Fassbender Pilih Peran Alien di ‘Hope’: “Alicia yang Menyuruh!”

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Fassbender Pilih Peran Alien di ‘Hope’: “Alicia yang Menyuruh!”
BAGIKAN:

Michael Fassbender mengaku terpikat gaya tak terduga Na Hong-jin saat menyetujui peran sebagai alien dalam Hope, film sci-fi Korea yang tayang perdana di Cannes dengan standing ovation tujuh menit.

Pasangan suami istri dengan Alicia Vikander—yang sama-sama berperan sebagai alien dari planet Gh’ertu—menjelaskan Fassbender terlibat karena dorongan Vikander, yang sudah jatuh cinta pada industri film Korea sejak menghadiri Festival Film Busan beberapa tahun lalu.

Alicia yang menyuruh saya melakukannya!” seloroh Fassbender di ruang konferensi pers Cannes, 2026, menimbulkan tawa di antara hadirin. Ia mengaku terkesan dengan keberanian Na Hong-jin menggabungkan komedi, absurditas, hingga realisme dalam satu alur cerita.

Fassbender, yang sebelumnya terkenal sebagai Erik Lehnsherr/Magneto dalam X-Men, mengakui Na Hong-jin membangun semesta khusus untuk karakter alien, meski awalnya tidak direncanakan untuk aktor berbahasa Inggris. “Kalian tidak akan tahu apa yang terjadi selanjutnya,” ujarnya, mengacu pada keunikan film yang menggambarkan kekaacauan di kota kecil Korea setelah pendaratan darurat alien.

Sutradara The Wailing dan The Yellow Sea ini menceritakan Hope sebagai kisah tentang kebuntuan polisi dan pemburu yang mencari kebenaran di balik kematian warga lokal, dibintangi Hwang Jung-min dan Zo In-sung. Film ini menjadi karya keempat Na Hong-jin yang menembus Cannes, dengan pemutaran perdananya mendapat sambutan luar biasa.

Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada 9 September.

Analisis Redaksi

Keterlibatan Fassbender dan Vikander dalam Hope mencerminkan kekuatan kolaborasi suami istri dalam industri hiburan global. Keputusan Fassbender untuk memegang peran alien—meski awalnya tidak direncanakan—menunjukkan kepercayaan Na Hong-jin pada kemampuan aktingnya, yang sebelumnya terbukti dalam peran ikonik seperti Magneto. Hal ini juga menguatkan minat aktor Hollywood terhadap film Korea, yang semakin populer di pasaran internasional.

Dari sudut cerita, Hope mengangkat tema kecurigaan dan ketidakpastian yang menjadi ciri khas film Na Hong-jin. Penggabungan genre yang tak terduga—seperti komedi dan absurditas—menjadi strategi yang efektif untuk menarik perhatian penonton, seperti yang telah terbukti dalam film-film sebelumnya. Namun, pertanyaan yang muncul: Apakah penonton Indonesia siap menerima alur yang kompleks ini? Dengan sambutan Cannes yang luar biasa, film ini memiliki potensi besar, tetapi keberhasilan di bioskop lokal masih bergantung pada bagaimana cerita ini diterjemahkan dalam konteks lokal.

Untuk aktor berbahasa Inggris, Hope menjadi kesempatan langka untuk berkolaborasi dengan sutradara Korea dalam genre sci-fi. Fassbender dan Vikander tidak hanya menjadi wajah baru dalam film Korea, tetapi juga membuka pintu bagi aktor lain untuk menjelajahi genre yang lebih eksperimental. Namun, keberhasilan ini juga menuntut para aktor untuk lebih memahami konteks budaya dan cerita yang ditawarkan, agar tidak hanya menjadi wajah asing dalam film tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸