Chery Pamer Robot Keamanan dan Perawat untuk Pertama Kali di Eropa Lewat IFA 2026
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Chery, melalui unit robotiknya Aimoga Robotics, memperkenalkan Intelligent Security Robot dan Robotic Nurse ke publik internasional untuk pertama kalinya dalam ajang IFA 2026 di Berlin, Jerman. Langkah ini menandai babak baru ekspansi produsen otomotif asal China itu ke bisnis robotika layanan profesional, jauh melampaui urusan merakit mobil.
IFA sendiri merupakan salah satu ajang teknologi terbesar di dunia yang mempertemukan pelaku industri elektronik konsumen, peralatan rumah tangga, dan teknologi masa depan. Panggung seperti ini jelas bukan tempat sembarangan untuk berkenalan. Aimoga memanfaatkannya untuk menunjukkan dua produk andalannya yang sudah lebih dulu bekerja di lapangan, bukan sekadar prototipe di atas kertas.
Intelligent Security Robot Aimoga telah digunakan di lebih dari 30 kota di China untuk mendukung tugas seperti layanan keamanan dan pengaturan ketertiban. Sementara itu, Robotic Nurse berfokus pada layanan kesehatan, mencakup pengarahan dan konsultasi pasien, bantuan informasi, hingga layanan di lingkungan rumah sakit. Aimoga menyebut kedua robot itu dikembangkan berdasarkan skenario dan kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar demonstrasi kemampuan semata.
Di pasar Eropa, Aimoga turut mengeksplorasi lokalisasi produknya, termasuk cara robot beradaptasi dengan berbagai bahasa, budaya, dan lingkungan layanan. Robotic Nurse disebut telah menarik minat sejumlah calon mitra Eropa, dengan diskusi awal soal skenario penerapan dan kerja sama yang sudah berlangsung. Ini sinyal bahwa penerimaan pasar Benua Biru terhadap robotika China mulai terbuka, setidaknya di level korporasi.
Selain kedua robot layanan profesional itu, robot humanoid Mornine turut tampil di panggung resmi IFA lewat program "Robots on the Runway", berinteraksi dengan pengunjung melalui sesi perkenalan diri dan presentasi. Robot quadruped Argos juga ikut dipamerkan, melengkapi portofolio Aimoga di ajang tersebut. Kehadiran keduanya memperlihatkan ambisi yang lebih luas, dari robot hiburan hingga mesin berkaki empat.
Rekam jejak Aimoga memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan itu telah mengirimkan lebih dari 3.000 unit robot secara global, menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah, serta diterapkan dalam lebih dari 100 skenario penggunaan di dunia nyata, mulai dari China, Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga kini Eropa. Aimoga merupakan perusahaan robotika berbasis kecerdasan buatan yang menjalin kerja sama strategis dengan Chery, dengan fokus pengembangan embodied intelligence lewat integrasi AI, persepsi lingkungan, interaksi, navigasi, dan robotika cerdas.
"Skenario nyata menentukan arah produk," kata Zhang Guibing, Presiden Chery Internasional sekaligus Presiden Aimoga Robotics, soal prinsip yang dipegang perusahaan dalam mengembangkan teknologinya di Eropa.
Analisis Redaksi
Pernyataan Zhang Guibing itu layak dibaca lebih dari sekadar jargon korporat. Prinsip "skenario nyata menentukan arah produk" menjelaskan mengapa Aimoga berani tampil di Berlin: mereka membawa produk yang sudah bekerja di lebih dari 30 kota dan 100 skenario penggunaan, bukan konsep yang masih diuji di laboratorium. Ini pola ekspansi yang khas dari perusahaan teknologi China matang, membesar di pasar domestik yang luas, lalu menyerbu pasar luar dengan rekam jejak yang sudah teruji.
Yang patut diwaspadai justru datang dari sisi Eropa sendiri. Robot layanan kesehatan dan keamanan menyentuh wilayah sensitif: data pasien, ruang publik, dan relasi manusia dengan mesin. Diskusi lokalisasi bahasa dan budaya yang disebut Aimoga barulah lapisan pertama. Persetujuan regulasi, perlindungan data, dan penerimaan sosial akan menentukan apakah minat calon mitra itu benar-benar berubah menjadi kontrak kerja sama.
Bagi Chery, langkah ini juga memperjelas satu hal: batas antara perusahaan otomotif dan perusahaan teknologi makin kabur. Pabrikan mobil yang merambah robotika bukan lagi keanehan, melainkan strategi diversifikasi yang logis mengingat kedua bidang berbagi fondasi yang sama, yakni sensor, AI, dan navigasi otonom. IFA 2026 hanyalah panggung pembuka; babak sesungguhnya akan ditentukan oleh seberapa cepat robot-robot itu benar-benar bekerja di rumah sakit dan jalanan Eropa.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Bantah Keraguan, Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan 2.740 Km Ekspedisi Lintas Alam Selebes

Kimi Antonelli Ukir Sejarah F1 2026: Gelar Juara Dunia Termuda di Balik Regimen Latihan Otot Leher 40 Kilogram

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Mulai 2 November 2026, Ini Persyaratan dan Cara Mengurusnya
