Stok Pertalite Makassar Aman 14 Hari, BPH Migas Perkuat Pasokan dan Tambah SPBU 24 Jam

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Stok Pertalite Makassar Aman 14 Hari, BPH Migas Perkuat Pasokan dan Tambah SPBU 24 Jam
BAGIKAN:

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas memastikan stok Pertalite di Makassar, Sulawesi Selatan, aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 hari ke depan. Kepastian ini menjawab kekhawatiran akan terulangnya antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir.

Wahyudi mengungkapkan, stok BBM di terminal saat ini berada pada kisaran rata-rata delapan hingga 14 hari. Pasokan tersebut dijaga melalui pengiriman kontinu dari kilang Tuban dan Balikpapan yang dijadwalkan setiap dua hingga tiga hari. "Untuk Pertalite sekarang rata-ratanya terendah antara delapan sampai dengan 14 hari dan nanti akan dijaga dengan baik. Itu dari Tuban maupun dari Balikpapan," ujarnya di Makassar, Minggu (13/9).

Antisipasi Antrean: SPBU 24 Jam Ditambah

Langkah ini merupakan respons atas antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Makassar. Pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina pusat telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah meningkatkan jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam. Sebelumnya hanya terdapat 11 SPBU, kini ditingkatkan menjadi 25 SPBU untuk menjaga kelancaran distribusi dan mengurangi potensi antrean panjang.

Dari perspektif ekonomi makro, kepastian pasokan energi merupakan variabel krusial bagi stabilitas harga dan aktivitas sektor riil. Penambahan jam operasional SPBU tidak hanya meredam antrean, tetapi juga menekan biaya logistik dan waktu tunggu pelaku usaha, yang pada akhirnya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga komoditas global.

Meow! Tanya Nesi!
😸