Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
BAGIKAN:

Polda Banten memastikan bahwa helm plastik merah, jeriken biru, dan dua jaket pelampung oranye yang ditemukan dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda bukan milik KM Arupadhatu 1, kapal yang membawa lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kepastian ini disampaikan setelah pemeriksaan fisik dan konfirmasi langsung dari pemilik kapal.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan, dua jaket pelampung bertuliskan MILLES II yang ditemukan tidak sesuai dengan perlengkapan kapal. Life jacket yang tersedia di KM Arupadhatu 1 berwarna merah, kuning, dan ungu tanpa tulisan apa pun. Sementara itu, jeriken yang ditemukan memiliki perbedaan signifikan: berwarna biru tua, kapasitas 35 liter, bertutup hitam, dan mengeluarkan aroma minyak sayur. Jeriken milik kapal justru berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, bertutup putih, dan berisi bahan bakar Pertamax.

Helm plastik merah yang ditemukan juga dipastikan bukan perlengkapan kapal. Kapal tersebut tidak memiliki atau menyediakan helm dengan jenis itu. Polda Banten mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan pencarian lima jurnalis tersebut.

Tim SAR Perluas Area Pencarian

Di tengah proses pencarian, Tim SAR gabungan memperluas area pencarian di perairan Selat Sunda menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 6.010 mil laut persegi. Lima sektor merupakan wilayah pencarian laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z, sedangkan satu sektor lainnya adalah pencarian melalui udara.

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo mengatakan pembagian sektor dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian. Sektor V seluas 840 mil laut persegi dikerahkan dua kapal TNI AL, yaitu KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk. Sektor W seluas 1.120 mil laut persegi melibatkan KAL Anyer. Sektor X menjadi wilayah dengan jumlah unsur terbanyak, seluas 681 mil laut persegi, disisir oleh delapan kapal, termasuk KN SAR Tetuka, RBB Peucang, dan kapal polisi. Sektor Y seluas 497 mil laut persegi melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu, sedangkan Sektor Z seluas 809 mil laut persegi dikerahkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena. Satu helikopter juga disiagakan di ATS untuk memantau kondisi perairan dari udara.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pemantauan di seluruh sektor yang telah ditentukan guna menemukan keberadaan KM Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis yang hingga kini masih hilang kontak. Pernyataan resmi Polda Banten ini menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi di masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap temuan di lapangan diverifikasi secara ketat sebelum dijadikan dasar pengambilan keputusan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸