Bahaya Mantax Otax, Malware Lokal yang Bisa Intip Chat WhatsApp dan Kunci File Android

Teknologi
Reza AdityaReza Aditya
Sumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Bahaya Mantax Otax, Malware Lokal yang Bisa Intip Chat WhatsApp dan Kunci File Android
BAGIKAN:

Perusahaan keamanan siber Zimperium baru-baru ini mendeteksi ancaman siber lokal berbahaya bernama malware Android "Mantax Otax" yang dikembangkan oleh operator asal Indonesia untuk menyerang pengguna smartphone melalui metode phishing dan rekayasa sosial. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada Senin (14/9), malware ini menggabungkan kemampuan ransomware dan spyware yang didistribusikan melalui file APK berbahaya di luar Google Play Store.

Cara Kerja dan Eksploitasi Izin Aksesibilitas

Setelah korban terpancing dan menginstal file APK berbahaya tersebut, Mantax Otax akan langsung meminta izin untuk menggunakan layanan Aksesibilitas (Accessibility Services). Izin inilah yang menjadi pintu masuk utama bagi pelaku untuk memegang kendali penuh atas perangkat korban secara jarak jauh.

Setelah mendapatkan izin tersebut, malware akan mengambil domain infrastruktur command and control (C2) dari platform GitHub. Dari sana, Mantax Otax mulai mengirimkan data sensitif korban ke server pelaku, mulai dari lokasi GPS, informasi operator seluler, versi Android, hingga ID unik perangkat.

Ancaman Ransomware dan Spyware yang Menargetkan WhatsApp

Zimperium mengungkapkan bahwa modul ransomware pada Mantax Otax dirancang untuk mengenkripsi file korban. Namun, kemampuan enkripsi ini hanya efektif pada perangkat yang menjalankan Android 9 atau versi yang lebih lawas. Pada Android 10 ke atas, fitur keamanan 'Scoped Storage' berhasil membatasi kemampuan malware dalam mengunci direktori file eksternal.

Meski demikian, pengguna Android versi baru tidak boleh lengah. Fitur spyware pada Mantax Otax tetap bekerja aktif untuk mencuri PIN screen lock, membaca SMS dan OTP, mengakses log panggilan, kontak, riwayat browsing, hingga informasi akun Google. Lebih mengerikan lagi, malware ini mampu mengintip percakapan di aplikasi WhatsApp dan Telegram dengan menyimulasikan interaksi fisik memanfaatkan layanan Aksesibilitas, serta mengambil foto secara diam-diam menggunakan kamera perangkat.

Langkah Pencegahan dan Perlindungan

Sebagai langkah mitigasi, Zimperium mengonfirmasi bahwa Mantax Otax kini sudah dapat dideteksi dan diblokir oleh sistem keamanan bawaan Google Play Protect yang aktif dengan pembaruan keamanan terbaru. Pengguna sangat disarankan untuk tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan selalu waspada terhadap permintaan izin Aksesibilitas dari aplikasi apa pun.

Celah keamanan yang dieksploitasi oleh Mantax Otax ini sangat bergantung pada kelalaian pengguna dalam memberikan izin sistem serta kebiasaan mengunduh file APK di luar toko aplikasi resmi. Pembatasan enkripsi ransomware pada Android 10 ke atas membuktikan bahwa pembaruan sistem keamanan siber pada OS secara berkala sangat krusial untuk meminimalisir dampak serangan yang merugikan ini.

Pertanyaan Terkait

Apakah HP dengan Android 10 ke atas sepenuhnya aman dari Mantax Otax?
Tidak sepenuhnya. Meskipun fitur ransomware (pengunci file) tidak berfungsi pada Android 10 ke atas karena adanya proteksi Scoped Storage, fitur spyware seperti pencurian data chat WhatsApp, SMS, OTP, dan pelacakan lokasi tetap dapat berjalan aktif jika malware berhasil mendapatkan izin Aksesibilitas.

Bagaimana cara mencegah infeksi malware Mantax Otax?
Pastikan fitur Google Play Protect di perangkat Anda selalu aktif, hindari menginstal aplikasi dari file APK pihak ketiga yang tidak dikenal, dan jangan pernah memberikan izin Aksesibilitas (Accessibility Services) kepada aplikasi yang mencurigakan.

Meow! Tanya Nesi!
😸