Xiaomi 18 Fold Resmi Dijual di China, Hadir Dua Hari Pasca Launching Foldable Pertama Apple
Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.
Xiaomi meluncurkan ponsel lipat lebar terbarunya, Xiaomi 18 Fold, di seluruh China pada Jumat (11/9) — tepat dua hari setelah Apple memperkenalkan perangkat lipat pertamanya. Perangkat ini hadir dengan form factor seukuran paspor saat dilipat dan ditenagai oleh prosesor AI buatan sendiri, XRing O3.
CEO Xiaomi, Lei Jun, mengklaim chip XRing O3 menawarkan responsivitas yang lebih unggul dibandingkan A19 Pro milik Apple. Dukungan memori pun menggunakan cip DRAM dari produsen lokal China, CXMT, menandakan semakin matangnya rantai pasok komponen domestik.
Spesifikasi dan Harga
Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai US$1.540 (sekitar Rp27,1 juta) untuk varian dasar, hingga US$2.100 (sekitar Rp37 juta) untuk konfigurasi tertinggi. Penentuan harga ini menempatkan perangkat sebagai alternatif kompetitif di segmen foldable premium.
Penggunaan XRing O3 sebagai sistem-on-chip (SoC) utama menjadi pernyataan strategis: Xiaomi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Qualcomm atau MediaTek untuk lini flagship lipatnya. Sementara adopsi memori CXMT memperkuat narasi kemandirian teknologi semiconductor China.
Timing Strategis
Peluncuran H-2 pasca event Apple bukan kebetulan. Xiaomi sengaja menunggu hingga debu launching foldable Apple mereda, lalu menyodorkan produk dengan narasi "lebih matang, lebih terjangkau, dan silicon sendiri." Strategi ini mirip pendekatan mereka pada era Mi MIX dahulu — menantang incumbent dengan spesifikasi agresif dan harga disruptif.


