Venice 2026: 'Woman Unknown' Sapu Jagat Golden Lion, Mathilda Arcel Jadi Bintang Baru
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Film drama Denmark 'Woman Unknown' resmi menguasai pesta penutup Venice Film Festival 2026 setelah meraih Golden Lion, penghargaan tertinggi ajang bergengsi itu, Sabtu (12/9) malam. Karya sutradara May el-Toukhy jadi sorotan utama berkat narasi yang mengupas tubuh perempuan sebagai medan pertempuran sekaligus konsumsi publik—tema yang jarang disentuh begitu tajam di layar lebar.
"Film ini juga tentang perempuan-perempuan yang tidak terlihat, terabaikan, dan tidak punya suara," ujar el-Toukhy saat menerima trofi, melansir AFP. Ia satu-satunya sutradara perempuan dengan film panjang di kompetisi utama tahun ini—di samping Rachel Szor yang jadi co-sutradara dokumenter 'NAZA'. Ketua juri Maggie Gyllenhaal sempat protes minimnya representasi perempuan di hari pembukaan, tapi pilih diam di konferensi pers penutup: "Saya lelah membicarakan topik yang sama. Saya cuma mau merayakan karya luar biasa ini."
Debut Mengesankan, Mathilda Arcel Raffle Best Actress
Tak kalah menarik, Mathilda Arcel—aktris Denmark berusia 30 tahun—meraih Coppa Volpi untuk Aktris Terbaik lewat peran debutnya. Ia memerankan calon pengantin yang panik menyembunyikan masa lalu gelap dengan seorang tentara Nazi. Arcel jujur tak suka dunia popularitas, tapi Gyllenhaal yakin: "Saya yakin penampilannya akan benar-benar memukau kita semua."
Silver Lion ke Lee Chang-dong, Best Director ke Proyek 20 Tahun
Posisi kedua via Silver Lion diraih 'Possible Love', drama hubungan buatan sutradara legendaris Korea Selatan Lee Chang-dong. Sementara Best Director jatuh ke tangan Ilya Khrzhanovsky untuk 'DAU'—proyek eksperimental megah berdurasi 3+ jam yang digarap dua dekade, melibatkan 2.000 orang, dan disutradara di replika lembaga rahasia Soviet skala penuh. Ilya mempersembahkan trofi untuk rakyat Ukraina.
Aktor Terbaik milik John Malkovich lewat komedi gelap 'Wild Horse Nine' sebagai agen CIA yang liburan di Pulau Easter menjelang kudeta Chile 1973. Variety menilai performanya kuat membawanya ke jejak nominasi Oscar mendatang. Festival 10 hari ini ditutup dengan nuansa kelam mencerminkan dunia penuh kecemasan—seperti janji direktur artistik Alberto Barbera.


