PTK Perkuat Armada Green Vessel, Targetkan Modernisasi dan Digitalisasi Berbasis AI
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mempercepat transformasi bisnis maritim dengan memperkuat armada kapal penunjang ramah lingkungan (green supporting vessel) sebagai pilar utama strategi modernisasi dan digitalisasi operasionalnya. Langkah ini menandai evolusi PTK dari penyedia jasa kapal pandu tunda sejak 1969 menjadi operator maritim terintegrasi yang menguasai layanan armada penunjang, operasi pelabuhan, jasa maritim, hingga pangkalan logistik pesisir di wilayah strategis nasional.
Direktur Utama PTK, Harris Abdi Sembiring Meliala, menegaskan bahwa masa depan perusahaan bergantung pada tiga pilar: modernisasi aset, digitalisasi penuh, serta adopsi teknologi hijau. "Ini adalah masa depan PTK," ujar Harris saat merayakan HUT ke-57 perusahaan di Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Saat ini, PTK mengoperasikan 370 kapal milik dan menyewa 82 unit tambahan, dengan rencana peremajaan armada guna menjamin operational excellence dan kualitas layanan pelanggan.
Jejak Dekarbonisasi Mulai 2019
Komitmen hijau PTK bukan narasi baru. Perusahaan mencatatkan sejarah pada 2019 dengan meluncurkan Transko Rajawali, kapal tunda (harbour tug) dual-fuel pertama di Indonesia yang beroperasi menggunakan solar dan Liquefaction Natural Gas (LNG). Inovasi berlanjut ke armada utility boat dan crew boat, serta pencapaian terbaru pada 11 Juni 2026: pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303. Inovasi ini diproyeksikan memangkas emisi 79,2 ton CO2 per tahun sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel.
Menuju Green Shipping Berbasis Teknologi
Langkah selanjutnya adalah uji coba Battery Management System (BMS) pada armada mulai 2027, membuka jalan menuju green shipping yang lebih matang. Di sisi digital, PTK telah mengimplementasikan 21 aplikasi digital di seluruh fungsi kerja. Harris menargetkan integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, mengubah data operasional menjadi kecerdasan bisnis prediktif.
Transformasi ini selaras dengan arah kebijakan nasional mendorong transisi energi dan penguatan industri maritim berkelanjutan. Dengan basis aset yang masif dan jejak teknologi yang terbukti, PTK berpotensi menjadi benchmark bagi pelaku industri logistik maritim domestik dalam menyeimbangkan efisiensi biaya dan komitmen net zero emission.
Pertanyaan Terkait
Apa itu Green Supporting Vessel?
Kapal penunjang operasi (seperti tunda, crew boat, barge) yang didesain atau dimodifikasi menggunakan teknologi rendah emisi, misalnya sistem dual-fuel (LNG/Solar), panel surya (PLTS), atau sistem baterai, guna mengurangi jejak karbon operasional laut.
Bagaimana peran AI dalam digitalisasi PTK?
AI akan memproses data dari 21 aplikasi digital yang sudah berjalan untuk menghasilkan analisis prediktif, optimalisasi rute, pemeliharaan berbasis kondisi (predictive maintenance), dan dukungan keputusan manajemen real-time.


