Fokus Evakuasi Korban Kapal Virgo, Pemerintah Tunda Investigasi KNKT
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) bersama Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan dan evakuasi korban jiwa menyusul insiden terbaliknya kapal Virgo.
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang memantau langsung perkembangan di lapangan, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan dini terkait pemicu musibah.
- Berdasarkan pantauan udara menggunakan helikopter, posisi kapal nahas tersebut ditemukan dalam keadaan terbalik namun belum sepenuhnya tenggelam di perairan.
Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) bersama Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan dan evakuasi korban jiwa menyusul insiden terbaliknya kapal Virgo. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers resmi pada Minggu (13/9) sore, di mana otoritas terkait memastikan bahwa investigasi mendalam baru akan digulirkan setelah seluruh proses penyelamatan tuntas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang memantau langsung perkembangan di lapangan, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan dini terkait pemicu musibah. Berdasarkan pantauan udara menggunakan helikopter, posisi kapal nahas tersebut ditemukan dalam keadaan terbalik namun belum sepenuhnya tenggelam di perairan.
Kronologi dan Kendala Titik Berat Kapal
Kepala Basarnas Mohammad Syafii memaparkan bahwa insiden bermula ketika kapal Virgo sempat mengirimkan laporan kepada pihak perusahaan ihwal kondisi cuaca ekstrem di jalur pelayaran. Beberapa jam berselang, kru kapal kembali melaporkan adanya pergeseran center of gravity (CG) atau titik berat kapal, yang memicu kemiringan signifikan sebelum akhirnya menyiarkan sinyal darurat.
Laporan awal mengenai kapal hilang kontak diterima oleh Basarnas Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA, menyusul insiden yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WITA setelah diterjang cuaca buruk. Meskipun tim SAR langsung mengerahkan armada dan peralatan pendukung pada pukul 04.30 WITA, jarak dan kondisi medan membuat tim membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mencapai titik terakhir kapal tersebut.
Update Operasi pencarian korban
Hingga pukul 17.00 WITA, operasi SAR gabungan terus digenjot untuk menyisir perairan sekitar. Tercatat sebanyak 113 orang berhasil diselamatkan, sementara enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sebagian korban selamat telah diberangkatkan dan tiba di pelabuhan Banjarmasin pada petang hari menggunakan kapal evakuasi.
Pemerintah menegaskan bahwa aspek teknis mengenai penyebab kecelakaan, termasuk evaluasi kelaikan laut dan rekomendasi keselamatan operasional, sepenuhnya berada di bawah kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah fase darurat kemanusiaan ini rampung.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
