Antrean BBM di Makassar Melandai Usai Pertamina Terapkan Ganjil-Genap
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Strategi Operasional Tekan Antrean SPBU VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa pelonggaran antrean ini dicapai melalui serangkaian intervensi operasional yang masif.
- Salah satu kebijakan utama yang diberlakukan adalah sistem ganjil-genap untuk pengisian bahan bakar guna mengatur volume kendaraan di lapangan secara efektif.
- Selain pembatasan berbasis pelat nomor, Pertamina memperkuat rantai pasok dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam penuh.
Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar berangsur melandai pada Minggu (13/9), menyusul langkah cepat PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengoptimalkan pasokan BBM dan mengatur distribusi energi di tengah lonjakan permintaan.
Strategi Operasional Tekan Antrean SPBU
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa pelonggaran antrean ini dicapai melalui serangkaian intervensi operasional yang masif. Salah satu kebijakan utama yang diberlakukan adalah sistem ganjil-genap untuk pengisian bahan bakar guna mengatur volume kendaraan di lapangan secara efektif.
Selain pembatasan berbasis pelat nomor, Pertamina memperkuat rantai pasok dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam penuh. Sebanyak 25 SPBU di Makassar juga diposisikan beroperasi non-stop untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar.
Penambahan Titik Layanan dan Infrastruktur
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pertamina menambah kapasitas layanan dengan memperbanyak jumlah nozzle BBM subsidi serta menyiagakan operator tambahan di titik-titik krusial. Perusahaan juga mengoperasikan 3 unit SPBU Modular baru guna memperluas cakupan distribusi dan memastikan kelancaran mobilitas warga Makassar tetap terjaga.
Kebijakan taktis yang memadukan pengaturan lalu lintas kendaraan dan penguatan suplai operasional terbukti efektif memulihkan stabilitas distribusi energi ritel di Sulawesi Selatan tanpa memicu disrupsi lanjutan pada sektor logistik lokal.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KSPI Tekan Pemerintah: Naikkan Batas Bebas Pajak JHT ke Rp400 Juta, Ajukan Dasar Emas

LPS Ungkap 14 BPR dan BPRS Tumbang di 2026: Lemahnya Tata Kelola Jadi Biang Kerok Utama

Respons Emiten Affiliates Salim & Sinar Mas: Nyalakan Lampu Kuning Pasca Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
