103 Penumpang Kapal Virgo 8 Berhasil Dievakuasi, Pencarian 140 Orang Lainnya Berlanjut

Sebanyak 103 penumpang kapal Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi selamat usai kapal tersebut hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu membawa total 243 penumpang, sehingga 140 orang lainnya masih menjadi target pencarian.
Kronologi Hilang Kontak dan Evakuasi
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi perkembangan tersebut dalam konferensi pers pada Minggu (13/9). Menurutnya, kapal tiba-tiba hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB setelah menghadapi cuaca buruk di tengah perjalanan.
"Sampai saat ini 103 orang sudah ditemukan dan dievakuasi. Tim gabungan terus melakukan operasi SAR untuk menemukan sisa penumpang dan awak kapal," ujar Putu.
Aset Utama Dikerahkan dari Surabaya
Kantor SAR Surabaya mengerahkan aset andalan, yaitu KN SAR 249 Permadi dan Helikopter HR 3601, untuk mempercepat pencarian di lokasi terakhir kapal terdeteksi. Dua aset tersebut beroperasi sejak dini hari mendukung tim yang sudah turun lebih dulu dari sisi Banjarmasin.
Cuaca buruk yang masih mengguyur area pencarian menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Badai dan gelombang tinggi diperkirakan menjadi penyebab kapal kehilangan daya manuver hingga hilang kontak dengan basis.
Pertanyaan Terkait
Berapa total penumpang dan awak kapal Virgo Transport 8?
Total 243 jiwa, terdiri dari penumpang dan awak kapal.
Apa penyebab kapal hilang kontak?
Kapal menghadapi cuaca buruk dan badai di Laut Jawa sekitar pukul 01.00 WIB, menyebabkan kehilangan kontak radio.
Aset apa saja yang dikerahkan untuk pencarian?
KN SAR 249 Permadi dan Helikopter HR 3601 dari SAR Surabaya, didukung kapal-kapal lain dari sisi Kalimantan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Siap-Siap, Warga Jawa dan Sumatra: BMKG Prediksi Hujan Ringan Landa Sebagian Besar Wilayah Hari Ini

Penambahan Daratan 32,8 Hektare di Sekitar Anak Krakatau Diverifikasi, Status 'Pulau Baru' Masih Menunggu Konfirmasi Lapangan

Fenomena Gerah di Indonesia: BMKG Jelaskan Penyebab Udara Lembap Meski Hujan Belum Rutin
