Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026 di India, Bawa Misi Ekonomi Strategis RI
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto resmi tiba di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Sabtu (12/9/2026), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Kedatangan kepala negara disambut langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, menandai keikutsertaan perdana Indonesia dalam forum ekonomi global tersebut setelah resmi bergabung pada tahun 2025.
Potensi Pasar dan Kekuatan Ekonomi BRICS
Kehadiran Indonesia dalam blok yang kini mewakili 11 negara anggota ini membuka peluang ekspansi ekonomi yang signifikan. Secara statistik, kekuatan ekonomi BRICS sangat mendominasi kancah global dengan mencakup sekitar 49 persen populasi dunia dan menyumbang kurang lebih 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global. Angka ini merepresentasikan pasar raksasa yang krusial bagi peningkatan ekspor nasional dan stabilitas perdagangan luar negeri.
Fokus Kerja Sama: Perdagangan hingga Teknologi AI
Dalam forum tingkat tinggi tahun ini, pembahasan utama diarahkan pada penguatan kerangka perekonomian makro melalui tiga pilar krusial, yakni ekspansi perdagangan bilateral dan multilateral, pengamanan rantai pasok kerja sama energi, serta adopsi dan transfer pengetahuan terkait kecerdasan buatan (AI) serta teknologi masa depan.
Sebagai pakar ekonomi, langkah strategis Indonesia merapat ke blok ini dinilai tepat untuk mendiversifikasi mitra dagang di tengah ketidakpastian global. Integrasi ke dalam ekosistem ekonomi alternatif ini memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Indonesia dalam mengakses pembiayaan pembangunan serta mempercepat transformasi digital berbasis teknologi tinggi.


