Polemik Teori Konspirasi HAARP dan Erupsi Gunung Api oleh Pejabat Bakom RI
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pernyataan kontroversial datang dari Deputi Badan Komunikasi (Bakom) RI, Ulta Levenia Nababan, yang mengaitkan rentetan erupsi gunung berapi di Indonesia dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) milik Amerika Serikat. Melalui akun media sosialnya, Ulta menghubungkan bencana alam tersebut dengan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada 3 September lalu.
Meskipun mengakui tidak memiliki bukti ilmiah yang kredibel, Ulta mendasarkan argumennya pada analisis geopolitik dan intelijen. Ia mempertimbangkan kemungkinan bahwa teknologi energi radio frekuensi tinggi yang awalnya berpusat di Alaska tersebut digunakan untuk memicu perubahan cuaca, badai, hingga gempa bumi demi kepentingan militer asing.
Bantahan Tegas Pakar dan Pemerintah
Pernyataan tersebut langsung mendapat bantahan keras dari kalangan akademisi. Pakar Vulkanologi Fakultas Geografi UGM, Agung Harijoko, menegaskan bahwa erupsi enam gunung berapi di Indonesia secara bersamaan merupakan murni proses geologi dan tidak memiliki kaitan sama sekali dengan teknologi frekuensi atau rekayasa cuaca.
'Sangat bisa erupsi dalam waktu berdekatan karena mereka punya sistem sendiri-sendiri. Bukan artinya gunung sini memengaruhi yang lain,' ujar Agung di Sleman, DIY.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat di KSP, melainkan bertugas sebagai deputi di Bakom RI. Dudung memastikan pandangan pribadi tersebut tidak mencerminkan sikap resmi lembaga kepresidenan maupun pemerintah Indonesia.
Pertanyaan Terkait
Apa itu proyek HAARP?
HAARP adalah program penelitian ionosfer yang didanai lembaga militer AS pada awalnya, namun sejak 2015 kepemilikannya telah dialihkan sepenuhnya ke University of Alaska Fairbanks untuk kepentingan riset teknologi.
Apakah ada kaitan antara HAARP dan erupsi gunung berapi?
Tidak ada. Pakar vulkanologi memastikan aktivitas vulkanik murni disebabkan oleh peningkatan tekanan gas dan magma di dalam perut bumi.

