Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi di Sulsel Usai Antrean SPBU Mengular

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi di Sulsel Usai Antrean SPBU Mengular
BAGIKAN:

Pertamina Patra Niaga menambah pasokan dan distribusi bahan bakar minyak ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Sulawesi Selatan menyusul kenaikan permintaan, terutama untuk BBM bersubsidi, yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Penambahan pasokan dilakukan dengan meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, dan memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, kata VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9).

Kitty mengatakan peningkatan permintaan itu turut memicu kenaikan antrean. Kondisi tersebut diperkuat oleh perubahan pola konsumsi dan pembelian masyarakat yang terjadi secara bersamaan.

“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty.

Ia menambahkan Pertamina Patra Niaga terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan pasokan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Solar JBT Naik 10-15 Persen

Peningkatan permintaan terutama terlihat pada Solar Jenis BBM Tertentu (JBT). Pertamina mencatat kebutuhan Solar JBT meningkat sekitar 10-15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Untuk mengantisipasi kenaikan itu, perusahaan melakukan penyesuaian penyaluran dan memperkuat distribusi sesuai kondisi daerah.

Operasional mobil tangki dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman sekaligus pengisian kembali stok BBM di SPBU. Pertamina juga merekonfigurasi kapasitas pelayanan dengan menambah nozzle Pertalite di sejumlah SPBU. Di Makassar, sebanyak 25 SPBU dioperasikan selama 24 jam untuk mempercepat pelayanan dan menjaga kelancaran distribusi.

Pertamina Patra Niaga turut meningkatkan pemantauan terhadap stok, penyaluran, serta kondisi operasional SPBU. Penyesuaian distribusi dilakukan secara berkala untuk mengarahkan pasokan ke titik-titik yang membutuhkan.

“Kami terus melakukan monitoring dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan. Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berjalan lancar dan merata,” ujar Kitty.

Pergeseran Konsumsi dari Nonsubsidi ke Subsidi

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto memastikan stok BBM Pertamina saat ini tersedia. Namun, antrean terjadi akibat pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

“Shifting dari produk-produk yang non-PSO Pertamax Series kemudian Dex, itu ke Pertalite maupun Biosolar,” ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Peralihan konsumsi tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan di sejumlah SPBU. Kondisi ini juga terjadi karena fasilitas sarana dan prasarana di SPBU tertentu untuk menambah dispenser atau nozzle Pertalite dan Biosolar terbatas.

“SPBU ini juga sangat terbatas fasilitas sarprasnya untuk bisa menambah dispenser ataupun nozzle untuk produk-produk seperti Pertalite maupun Biosolar,” ujar Eko.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying jika melihat antrean di sebuah SPBU. Eko menegaskan stok BBM saat ini dalam kondisi aman. Salah satu contoh antrean terbaru ada di Makassar, Sulsel. Perseroan akan terus menyesuaikan pasokan dan distribusi BBM dengan kondisi permintaan.

Dari sisi bisnis, lonjakan permintaan BBM bersubsidi menunjukkan tekanan pada sisi distribusi dan infrastruktur SPBU. Penambahan nozzle, operasional 24 jam, dan penyesuaian pasokan menjadi langkah jangka pendek untuk menjaga ketahanan energi daerah, terutama ketika pergeseran konsumsi terjadi secara serentak.

Meow! Tanya Nesi!
😸