Mantan Diplomat AS Ungkap Kesalahan Strategis Amerika Pasca 9/11: Dari Afghanistan hingga Irak

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Sumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Mantan Diplomat AS Ungkap Kesalahan Strategis Amerika Pasca 9/11: Dari Afghanistan hingga Irak
BAGIKAN:

Zalmay Khalilzad, mantan diplomat senior Amerika Serikat, mengungkap pada Sabtu, 12 September 2026, serangkaian keputusan strategis yang dianggapnya fatal setelah serangan 9/11, termasuk invasi ke Afghanistan dan Irak, yang ia katakan dipicu oleh kemarahan dan ketakutan publik.

Penolakan Negosiasi dengan Taliban

Khalilzad menilai pemerintah AS menolak tawaran negosiasi awal dengan Taliban meski kelompok tersebut bersedia berkompromi, menyebut keputusan itu “berdasarkan kemarahan” dan “keangkuhan” status adidaya Amerika. Ia berargumen bahwa melibatkan Taliban dalam proses politik perang Afghanistan dapat mempercepat penyelesaian konflik.

Operasi Irak 2003: Kegagalan Intelijen

Menurutnya, klaim kepemilikan senjata pemusnah massal (WMD) oleh Irak merupakan “informasi yang bermasalah” yang menjustifikasi perang melawan terorisme. Khalilzad menegaskan, “Tanpa peristiwa 9/11, kami tidak akan menyerang Irak.”

Penarikan Pasukan dari Afghanistan 2021

Khalilzad menyetujui keputusan penarikan pasukan AS pada 2021, menyatakan bahwa ancaman teroris utama telah “dimusnahkan” dan prioritas strategis AS berubah. Ia menambahkan bahwa kebangkitan kembali Taliban “secara mengejutkan, bersikap baik dalam hal terorisme bagi kepentingan Amerika Serikat.”

Analisis: Kesalahan penilaian risiko pasca‑9/11 menimbulkan kebijakan luar negeri yang berlarut‑larut, menguras sumber daya militer dan memengaruhi stabilitas geopolitik regional. Dampaknya terasa hingga kini, memaksa perusahaan multinasional menilai kembali eksposur pasar di Timur Tengah.

Meow! Tanya Nesi!
😸