Karhutla Gunung Bromo Kembali Membara, 1.120 Hektare Lahan Hangus
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menghadapi ancaman serius setelah kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan tersebut pada Kamis, 10 September. Kobaran api yang dipicu oleh tiupan angin kencang bergerak cepat dan merambat hingga ke kawasan ikonik Bukit Teletubbies, memperluas wilayah kerusakan lingkungan di salah satu destinasi wisata utama Indonesia.
Otoritas terkait mengerahkan helikopter untuk melaksanakan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing guna menanggulangi eskalasi bencana. Sebanyak 17 ribu liter air disalurkan secara intensif ke 10 titik panas yang terdeteksi di lokasi kejadian. Upaya darurat ini dilakukan demi mencegah api menjangkau area konservasi yang lebih luas dan bernilai ekologis tinggi.
Berdasarkan data terkini, total luas kawasan hutan dan lahan yang dilalap si jago merah di sekitar Gunung Bromo telah mencapai 1.120 hektare. Insiden berulang ini menyoroti kerentanan ekosistem Gunung Bromo terhadap bencana kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang yang kerap mempersulit proses pemadaman di lapangan.


