Influencer Kritikal Nigeria Ditemukan Tewas, Kasus Memicu Kekhawatiran Menjelang Pemilu
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Seorang influencer asal Nigeria yang dikenal vokal mengkritik pemerintah ditemukan tewas dengan luka sayatan di tenggorokan pada Selasa malam, 10 September 2026, di kediamannya di Kota Kano, utara Nigeria. Keluarga dan kelompok hak asasi manusia yang melindungi korban mengonfirmasi kematian tersebut, menimbulkan spekulasi terkait motif politik menjelang pemilu Nigeria yang dijadwalkan pada Januari 2027.
Korban, Ibrahim Khalil Dan Shagamu, berusia 57 tahun, ditemukan tak bernyawa setelah tetangga dan teman melaporkan tidak ada respons sejak Senin. Mereka memanjat pagar rumah dan menemukan jasadnya dengan luka parah di kepala serta sayatan pada tenggorokan. Dua ponselnya dilaporkan hilang.
Dan Shagamu, yang memiliki ratusan ribu pengikut di Facebook dan TikTok, dikenal karena video agresif berbahasa Hausa yang mengkritik kebijakan pemerintah setempat. Ia juga pernah menjadi reporter untuk stasiun radio lokal yang dibiayai negara sebelum beralih ke media sosial.
Latar Belakang Politik
Kasus ini muncul di tengah musim kampanye menjelang pemilu Nigeria, yang biasanya disertai kekerasan dan intimidasi. Kelompok preman bayaran sering direkrut untuk menekan lawan politik, menciptakan ketegangan di daerah pemungutan suara.
Amnesty International mengutuk pembunuhan tersebut, menyatakan bahwa Dan Shagamu "dibantai secara brutal" dan menuntut penyelidikan independen serta penuntutan para pelaku.
Pengamat politik menilai bahwa peningkatan ancaman terhadap aktivis media sosial menjelang pemilu mencerminkan pola intimidasi yang telah lama menjadi bagian strategi kampanye di Nigeria.


