Jejak Penggunaan Biji Pinang 25.000 Tahun Lalu Ditemukan di Sulawesi

Teknologi
Kevin SanjayaKevin Sanjaya
Sumber: CNN Teknologi
Kevin Sanjaya
Kevin Sanjaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Jejak Penggunaan Biji Pinang 25.000 Tahun Lalu Ditemukan di Sulawesi
BAGIKAN:

Peneliti menemukan bukti bahwa manusia purba di Sulawesi mengemut biji pinang beracun sejak 25 ribu tahun yang lalu, menandai jejak penggunaan zat psikoaktif tertua di dunia.

Temuan pada Kerangka Prasejarah

Analisis dua kerangka manusia purba—satu berusia sekitar 7 ribu tahun dan satu lagi antara 16 hingga 25 ribu tahun—menunjukkan pengeroposan gigi yang luar biasa. Lubang‑lubang dalam gigi hingga menembus pulpa mengindikasikan kebiasaan mengunyah benda keras yang abrasif.

Bagaimana Biji Pinang Membuat Gigi Terkikis?

Para ilmuwan menduga bahwa kebiasaan mengemut biji arecoline secara langsung menyebabkan keausan tersebut. Biji pinang, yang mengandung senyawa arecoline, menghasilkan efek mabuk ringan bila dikunyah, meski efeknya lebih kuat bila dicampur dengan kapur sirih.

Pernyataan Ahli

"Kami telah menemukan bukti tentang bagaimana kebiasaan penggunaan obat‑obatan yang sangat umum ini, yang ditemukan di sebagian besar wilayah Asia‑Pasifik saat ini, mungkin telah berevolusi," kata Adam Brumm, profesor Australian Research Centre for Human Evolution di Griffith University.

Implikasi Historis

Temuan ini memberikan gambaran paling awal tentang konsumsi tanaman psikoaktif oleh manusia, menegaskan bahwa tradisi mengemut biji pinang telah ada sejak zaman prasejarah dan mungkin awalnya dimaksudkan sebagai pengobatan tradisional untuk sakit gigi, namun berujung pada siklus kerusakan gigi yang lebih parah.

Meow! Tanya Nesi!
😸