Dua Korban Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta Atas Instruksi Wapres
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Dua siswi korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, resmi diberangkatkan ke Jakarta pada Sabtu (12/9) untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Keputusan rujukan ini diambil setelah Wakil Pemerintah Pusat melalui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan penanganan khusus menyusul kondisi psikologis dan fisik kedua korban yang memerlukan perhatian intensif.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa keberangkatan Febiona dan Agnesia dari Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, dikawal langsung oleh tim dokter asal Sumatera Utara. Langkah ini diambil agar koordinasi medis tetap berkesinambungan antara tenaga kesehatan daerah dan pusat selama proses pemulihan berlangsung.
Penanganan Khusus Trauma dan Gangguan Medis
Menurut keterangan resmi dari pemerintah daerah, eskalasi penanganan ke ibu kota dilakukan karena kedua korban menunjukkan indikasi medis dan trauma psikologis yang lebih berat dibanding ratusan pelajar lainnya. Febiona dilaporkan mengalami gejala kejang-kejang serta gangguan ingatan, sementara Agnesia menghadapi komplikasi pada organ ginjal.
Meskipun kapasitas tim medis di Medan dinilai mumpuni, intervensi tingkat lanjut di Jakarta dipandang krusial demi menjamin pemulihan total. Tim dokter pendamping dari Sumatera Utara turut diboyong guna memastikan rekam medis dan penanganan terdahulu terintegrasi dengan fasilitas kesehatan rujukan nasional.
Latar Belakang KLB Keracunan MBG Karo
Insiden Makan Bergizi Gratis tersebut bermula pada 13 Agustus 2026, di mana sebanyak 353 pelajar di Kabupaten Karo mendadak jatuh sakit massal. Para korban merasakan gejala keracunan beberapa jam seusai menyantap paket makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah dalam kerangka program nasional tersebut.


