Dodhy Hardiyanto Umumkan Kangen Band Bubar, Sebut Ada Kezaliman Internal
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Gitaris sekaligus pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, resmi mengumumkan pembubaran band legendaris pop Melayu tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @dodhyofficial, pada Sabtu (14/9). Ia mengunggah foto keanggotaan lengkap yang diberi cap "BUBAR" besar di bagian bawah, disertai caption yang menyinggung adanya "kezaliman" di dalam tim.
"Bismillah saya dengan sadar menyatakan Kangen Band bubar dikarenakan ada kezoliman di dalamnya, saya selaku owner dan founder Kangen Band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama," tulis Dodhy. Hingga pukul 18.30 WIB, unggahan itu sudah meraup 11,3 ribu like dan ribuan komentar netizen yang kaget.
Larangan Keras soal Lagu Ciptaan
Dodhy tidak menjelaskan detail kezaliman apa yang dimaksud, namun isi caption berikutnya terkesan tegas soal hak cipta. Ia melarang keras mantan personil serta Event Organizer untuk memainkan lagu-lagu hasil karyanya.
"Untuk para personil yang terlibat dan para EO, di larang keras member dari ex Kangen Band membawa lagu2 ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar besar nya," lanjutnya.
Perjalanan 19 Tahun Berhenti Mendadak
Kangen Band lahir di Lampung pada 4 Juli 2005 dan telah menghasilkan enam album serta 20 single. Kabar bubar ini terasa tiba-tiba mengingat band ini masih aktif mengisi panggung hingga tahun ini—terakhir tampil di Festacation 1.0 di Tabanan, Bali, akhir Agustus lalu, serta sempat turnamen ke Hong Kong.
Sebagai penulis lagu utama, Dodhy memegang kontrol penuh atas katalog hits seperti "Bukan Aku Yang Kau Cinta" hingga "Sayang". Langkah melarang mantan anggota menyanyikan lagu ciptaannya menandakan pemisahan hukum yang keras, bukan sekadar hiatius.


