Terungkap! Satu Sampel MBG Sidoarjo Positif Bakteri, 21 SPPG Tanpa Sertifikat Higiene

Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus keracunan MBG di Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya selesai. Dari belasan parameter yang diperiksa, satu sampel dinyatakan positif terkontaminasi bakteri. Temuan ini diungkapkan oleh Plh Sekda Sidoarjo yang juga Ketua Satgas MBG Sidoarjo, M Ainur Rahman, Jumat (11/9).
Kasus keracunan itu menimpa 748 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Mereka mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi MBG dari SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9) siang.
Hasil Lab: Satu Sampel Positif Bakteri
Ainur membenarkan temuan tersebut. "Hasil lab sudah keluar dan sudah dilaporkan kepada Bupati. Dari beberapa sampel yang diperiksa, ada yang negatif dan ada satu yang positif terkontaminasi," kata Ainur kepada jurnalis. Namun, ia belum bersedia mengungkap jenis bakteri maupun jenis sampel makanan yang dinyatakan positif. Rincian teknis akan disampaikan oleh pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan.
Meski satu sampel positif bakteri, Ainur menegaskan bahwa hal itu belum bisa memastikan penyebab keracunan murni dari faktor makanan. Pemerintah daerah masih melakukan investigasi lebih lanjut. "Belum bisa dipastikan apakah murni dari faktor makanan. Bisa banyak faktor, bisa dari air, bahan baku makanan, maupun kebersihan lingkungan," ujarnya.
Hasil laboratorium juga telah diserahkan kepada pihak kepolisian. Polres Sidoarjo berencana menyandingkan hasil uji lab Pemkab dengan hasil pemeriksaan forensik kepolisian. "Ini sudah diserahkan ke Polres untuk disandingkan dengan hasil pemeriksaan forensik. Kita lihat nanti apakah ini karena kelalaian, ketidakpatuhan terhadap prosedur, atau ada unsur lainnya," jelas Ainur.
Dapur SPPG Dihentikan Sementara
Pascakejadian, dapur SPPG Kalitengah yang menyuplai makanan dihentikan sementara. Para santri untuk sementara mendapat makanan dari dapur pondok masing-masing, sementara penyaluran MBG untuk 18 sekolah terdampak ditahan. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menawarkan opsi pengalihan penyaluran ke SPPG lain, namun Pemkab Sidoarjo masih membahasnya.
Ainur menegaskan Pemkab Sidoarjo tidak menghentikan program MBG secara keseluruhan. Pemerintah daerah tetap mendukung program itu, namun meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, sanitasi, dan pengawasan. Pemkab juga mencatat masih ada 21 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Menurut Ainur, kewenangan penerbitan SLHS berada di tangan pemerintah daerah, sementara izin operasional SPPG adalah kewenangan BGN. "Daerah hanya bisa mengusulkan, izin operasi ada di BGN. Ada 21 SPPG yang belum punya sertifikat higienis tetapi masih berjalan karena izin operasionalnya dari BGN," katanya. Pemkab telah mengusulkan agar SPPG yang belum memenuhi syarat SLHS dihentikan sementara hingga persyaratan terpenuhi.
Analisis: Evaluasi Tata Kelola MBG
Dalam pandangan saya sebagai jurnalis investigasi, temuan satu sampel positif bakteri ini adalah puncak gunung es. Kasus ini membuka mata bahwa program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi gizi anak bangsa masih menyisakan persoalan mendasar: pengawasan. Fakta bahwa 21 SPPG beroperasi tanpa SLHS menunjukkan lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah dan BGN. Jika izin operasional dikeluarkan BGN tanpa memastikan kelayakan sanitasi yang menjadi kewenangan daerah, maka risiko kontaminasi seperti ini akan terus menghantui. Evaluasi menyeluruh bukan sekadar retorika, melainkan keharusan. SOP tidak boleh hanya menjadi dokumen mati. Kesehatan 748 korban adalah bukti nyata bahwa kelalaian sekecil apa pun berdampak besar. Pemerintah harus berani menindak tegas, bukan sekadar menghentikan sementara dapur yang bermasalah.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa penyebab keracunan MBG di Sidoarjo?
Hasil lab menunjukkan satu sampel positif terkontaminasi bakteri, namun penyebab pasti masih dalam investigasi. Faktor air, bahan baku, atau kebersihan lingkungan masih ditelusuri.
Berapa jumlah korban keracunan MBG Sidoarjo?
Sebanyak 748 orang, terdiri dari santri dan pelajar. 20 orang masih dirawat di rumah sakit, sisanya rawat jalan.
Apa tindakan pemerintah setelah temuan ini?
Dapur SPPG Kalitengah dihentikan sementara, penyaluran MBG untuk 18 sekolah ditahan, dan Pemkab mengusulkan penghentian SPPG yang belum memiliki SLHS.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Warisan Darah Thoroughbred: Transformasi Kuda Pacu Indonesia Melalui Program Persilangan Strategis Sejak 1975

Kapolda Metro Jaya Instruksikan Jajaran Kawal Program Bedah Rumah Palmerah

Ditlantas Polda Metro Buka Dua Gerai SIM Keliling di Jakarta pada Minggu
