Sst... Bank Raksasa Bakal Kena Sanksi AS Senin Depan, Pasar Wajib Waspada

- Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memastikan sebuah bank raksasa akan dijatuhi sanksi Amerika Serikat pada Senin pekan depan.
- Kepastian itu disampaikan Bessent pada Kamis waktu setempat, tanpa menyebut nama lembaga keuangan maupun negara asal bank yang dimaksud.
- Dalam wawancara di Real America’s Voice, Bessent menyatakan langkah itu sengaja dijadwalkan pada Senin untuk mengenang warga AS yang gugur dalam peristiwa 9/11.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memastikan sebuah bank raksasa akan dijatuhi sanksi Amerika Serikat pada Senin pekan depan. Kepastian itu disampaikan Bessent pada Kamis waktu setempat, tanpa menyebut nama lembaga keuangan maupun negara asal bank yang dimaksud.
Dalam wawancara di Real America’s Voice, Bessent menyatakan langkah itu sengaja dijadwalkan pada Senin untuk mengenang warga AS yang gugur dalam peristiwa 9/11. “Kami akan melakukannya pada hari Senin karena kami ingin mengenang warga kami yang gugur dalam peristiwa 9/11,” ujarnya. “Namun, nantikan perkembangannya pada hari Senin.”
Pengumuman ini muncul setelah pemerintahan Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap kantor cabang di Dubai milik bank terbesar kedua di Mesir. Bank itu diduga menyalurkan dana US$ 1,8 miliar, sekitar Rp31,56 triliun, kepada pihak Iran. Bessent juga menyebut bank terbesar di Turki yang selama ini memberikan dana kepada Iran akan ditutup.
Operasi Pengucilan Ekonomi
Sejak konflik Timur Tengah pecah pada Februari, AS telah menerapkan serangkaian langkah ekonomi terhadap Iran. Tekanan meningkat bulan lalu melalui langkah yang disebut Bessent sebagai Operation Economic Outcast. Operasi ini menyasar hampir 60 entitas, kapal, dan individu. Cakupan sanksi sekunder juga diperluas ke pihak-pihak yang berbisnis dengan Iran di berbagai sektor, termasuk pelayaran dan teknologi.
Bagi pasar, ini bukan sekadar headline geopolitik. Sanksi terhadap bank besar berpotensi memukul likuiditas lintas negara, memperketat correspondent banking, dan menaikkan premi risiko kepatuhan. Perbankan di kawasan, termasuk Indonesia, perlu membacanya sebagai sinyal untuk memperkuat uji tuntas nasabah, terutama eksposur ke Timur Tengah dan yurisdiksi berisiko tinggi.
Yang belum terjawab adalah identitas bank raksasa tersebut. Justru ketidakpastian itu yang membuat pasar menahan posisi. Jika sanksi menyasar bank dengan jaringan global, efeknya bisa menjalar ke transaksi valas, pendanaan perdagangan, dan arus modal. Sebaliknya, jika target lebih terbatas, guncangan bisa lebih terkendali. Apa pun hasilnya, Senin akan menjadi ujian bagi disiplin risiko perbankan global.
FAQ Terkait Berita Ini
Bank mana yang akan disanksi AS?
Bessent tidak menyebut nama bank maupun negara asal. Ia hanya memastikan sebuah bank raksasa akan dijatuhi sanksi pada Senin pekan depan.
Mengapa sanksi diumumkan Senin?
Bessent menyatakan pengumuman itu untuk mengenang warga AS yang gugur dalam peristiwa 9/11.
Apa dampaknya bagi pasar?
Pasar akan mencermati siapa targetnya. Sanksi terhadap bank besar dapat memperketat kepatuhan, likuiditas lintas negara, dan pembiayaan perdagangan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KSPI Tekan Pemerintah: Naikkan Batas Bebas Pajak JHT ke Rp400 Juta, Ajukan Dasar Emas

LPS Ungkap 14 BPR dan BPRS Tumbang di 2026: Lemahnya Tata Kelola Jadi Biang Kerok Utama

Respons Emiten Affiliates Salim & Sinar Mas: Nyalakan Lampu Kuning Pasca Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
