Relik Pangeran Perang Abad ke-14 Dikirim ke Ukraina, Gereja Rusia Klaim Demi Kemenangan Spiritual

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Relik Pangeran Perang Abad ke-14 Dikirim ke Ukraina, Gereja Rusia Klaim Demi Kemenangan Spiritual
BAGIKAN:

Gereja Ortodoks Rusia mengirimkan fragmen relik tangan kanan Dmitry Donskoy, pangeran pejuang abad ke-14, kepada pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina. Relik itu tiba pada Selasa (8/9) di monumen peringatan perang Saur-Mogila, wilayah Donetsk yang diduduki Rusia, dan disambut kebaktian doa bersama perwakilan militer. Tujuannya, menurut gereja, memperkuat secara spiritual para prajurit dan membantu mereka meraih kemenangan.

Langkah ini menandai keterlibatan institusional invasi Ukraina yang semakin dalam. Sejak Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, hierarki gereja telah mengirim imam ke unit militer dan wilayah pendudukan, serta menginstruksikan gereja-gereja di seluruh Rusia untuk membacakan doa permohonan kemenangan. Pengiriman relik Dmitry Donskoy menjadi contoh terbaru bagaimana narasi perang dibungkus dalam simbolisme religius.

Simbolisme Pangeran Perang dan Narasi Pertahanan Diri

Dmitry Donskoy dihormati di Rusia karena kemenangannya atas Gerombolan Emas Mongol pada 1380. Gereja Ortodoks Rusia menyatakan, panglima suci itu akan pergi ke tempat nasib tanah air ditentukan hari ini, agar secara tak terlihat mengambil tempat di barisan pertempuran yang sama dengan para pembela. Metropolitan Vladimir dari Donetsk dan Mariupol, yang diangkat Rusia, mengatakan kehadiran relik akan membantu tentara dan warga sipil memobilisasi kekuatan serta mengamankan kemenangan atas musuh.

Dari kacamata hubungan internasional, penggambaran Donskoy sebagai pembela tanah air sangat selaras dengan penegasan Kremlin bahwa Rusia sedang membela diri, bukan melakukan agresi terhadap negara tetangga. Instrumen religi menjadi jembatan antara legitimasi domestik dan mobilisasi perang, sekaligus memperkuat garis bahwa konflik di Ukraina adalah perjuangan eksistensial.

Kritik dan Persoalan Protokol Keagamaan

Namun para kritikus menuduh gereja melanggar protokol keagamaan dengan membuka makam Dmitry Donskoy yang berusia berabad-abad. Lokasi pemakaman pangeran itu telah lama diketahui, tetapi gereja sebelumnya tidak berupaya menggali jenazahnya setelah ia dikanonisasi pada 1988. Alexander Zanemonets, pendeta Ortodoks dan sejarawan yang berbasis di luar Rusia, menilai keputusan menggali kembali relik hampir empat dekade setelah kanonisasi tampak didorong tuntutan patriotisme masa perang.

Dalam artikel untuk lembaga kajian Carnegie, Zanemonets menulis bahwa pada tahun kelima perang, kepemimpinan gereja di Moskow mulai mencari cara lain untuk menunjukkan dukungan terhadap apa yang disebut Rusia sebagai 'operasi militer khusus'. Kritik ini menyoroti ketegangan antara otoritas spiritual dan kepentingan politik: ketika relik dijadikan alat mobilisasi, pertanyaan tentang batas antara iman dan propaganda menjadi sulit dihindari.

Dampak bagi Lanskap Geopolitik

Langkah gereja tidak berdiri sendiri. Ia memperlihatkan pola aliansi erat antara otoritas agama dan negara dalam perang modern, di mana simbol-simbol sakral dikerahkan untuk menjaga moral pasukan dan legitimasi publik. Bagi Ukraina dan negara-negara Barat, ini memperkuat pembacaan bahwa konflik bukan sekadar pertempuran militer, melainkan juga perang naratif tentang identitas, sejarah, dan klaim spiritual atas tanah.

Dalam jangka panjang, penggunaan relik untuk tujuan perang berpotensi mempolarisasi komunitas Ortodoks global. Ia dapat memperdalam perpecahan antara gereja yang loyal pada Moskow dan cabang-cabang Ortodoks yang menolak perang, sekaligus menguji klaim netralitas institusi keagamaan di tengah konflik bersenjata.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang dikirim Gereja Ortodoks Rusia ke Ukraina? Gereja mengirim fragmen relik tangan kanan Dmitry Donskoy, pangeran abad ke-14, ke pasukan Rusia di wilayah Donetsk yang diduduki.

Mengapa relik Dmitry Donskoy dikirim? Gereja menyatakan tujuannya memperkuat spiritual prajurit dan membantu meraih kemenangan, dengan menggambarkan Donskoy sebagai pembela tanah air.

Apa kritik utama terhadap langkah ini? Kritikus menilai penggalian relik setelah kanonisasi 1988 melanggar protokol keagamaan dan didorong patriotisme masa perang untuk mendukung invasi Ukraina.

Meow! Tanya Nesi!
😸