Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pramono Kaji CFD Dua Kali Sepekan, Usul Menteri LH Dinilai Rasional

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pramono Kaji CFD Dua Kali Sepekan, Usul Menteri LH Dinilai Rasional
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang pelaksanaan Car Free Day dua kali dalam sepekan.
  • Usulan itu datang dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk menjadikan Sabtu dan Minggu sebagai hari bebas kendaraan bermotor guna menekan polusi udara Jakarta .
  • Pramono menyatakan usul tersebut rasional dan kini dibahas di internal Balai Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang pelaksanaan Car Free Day dua kali dalam sepekan. Usulan itu datang dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk menjadikan Sabtu dan Minggu sebagai hari bebas kendaraan bermotor guna menekan polusi udara Jakarta. Pramono menyatakan usul tersebut rasional dan kini dibahas di internal Balai Kota. Pernyataan itu disampaikan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Menurut Pramono, ia telah membaca usulan Jumhur dan menilai gagasan itu layak dipertimbangkan. Ia menegaskan pembahasan belum menghasilkan keputusan final.

“Dan sebenarnya usulan itu cukup rasional, maka di internal Balai Kota, kami sudah melakukan pembahasan. Nanti pada saatnya tentunya kita putuskan,” ujar Pramono.

CFD Tidak Hanya di Sudirman-Thamrin

Pramono menjelaskan, ruang Car Free Day kini tidak lagi terpusat di Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said. Setiap kota di Jakarta, katanya, telah memiliki area sendiri untuk kegiatan tersebut.

“Karena di Jakarta sendiri sebenarnya Car Free Day itu tidak hanya di Sudirman-Thamrin, kemudian Rasuna Said, sekarang ini setiap kota di Jakarta punya ruang untuk melakukan Car Free Day,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menekankan usulan dua kali sepekan tetap akan melalui pertimbangan Pemprov DKI sebelum diputuskan.

Analisis: Rasional, tetapi Harus Diuji Data

Sebagai kebijakan yang menyentuh ruang publik dan mobilitas warga, usulan CFD dua kali sepekan tidak cukup dinilai dari kesan rasional. Pemerintah perlu membuka data kualitas udara sebelum dan sesudah CFD, mengukur pergeseran moda transportasi, serta menghitung dampak bagi pedagang dan pengguna jalan. Tanpa itu, kebijakan berisiko menjadi simbol lingkungan tanpa hasil signifikan.

Jakarta juga menghadapi ujian konsistensi: memperluas hari bebas kendaraan harus dibarengi dengan penguatan transportasi publik, penegakan uji emisi, dan pengendalian sumber polusi di luar sektor lalu lintas. Jika hanya menambah hari CFD tanpa perbaikan sistemik, beban polusi bisa berpindah, bukan hilang.

Karena itu, publik berhak menuntut transparansi kajian. Usul Menteri Lingkungan Hidup dapat menjadi pintu masuk kebijakan yang lebih berani, tetapi keputusan akhir mesti berbasis bukti, bukan sekadar pembahasan internal.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa usulan yang sedang dikaji Pemprov DKI?
Usulan pelaksanaan Car Free Day dua kali sepekan, yakni pada Sabtu dan Minggu.

Siapa yang mengusulkan?
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, yang mengajak Jakarta menjadi contoh.

Kapan keputusan final diambil?
Belum ada tenggat pasti. Pramono menyatakan usulan masih dibahas internal Balai Kota dan akan diputuskan pada waktunya.

Meow! Tanya Nesi!
😸