Jangan Asal Siram! 7 Tanaman Hias Ini Bisa 'Sakit' gara-gara Air Keran

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Jangan Asal Siram! 7 Tanaman Hias Ini Bisa 'Sakit' gara-gara Air Keran
BAGIKAN:

Buat kamu yang hobi mengoleksi tanaman hias, ada kabar penting nih. Tujuh tanaman hias yang sensitif terhadap air keran disebut bisa mengalami ujung daun kering hingga kecokelatan setelah disiram rutin. Temuan ini dirangkum KapanLagi dari berbagai sumber, Jumat (11/9/2026), dan jadi alarm bagi pemilik tanaman hias di rumah maupun kantor.

Penyebabnya bukan mistis, melainkan kandungan klorin dan fluorida yang biasa ditambahkan dalam pengolahan air minum. Bagi manusia, senyawa itu aman. Tapi bagi sebagian tanaman, keduanya menumpuk perlahan di jaringan daun setiap kali penyiraman. Efeknya muncul sebagai bercak kering di tepi atau ujung helai daun yang sulit pulih seperti semula.

Nah, sebelum kamu menyiram lagi, simak daftar lengkapnya. Ini bukan sekadar tren dekorasi, tapi soal kualitas air yang sering luput dari perhatian.

1. Lili Paris, Si Tahan Banting yang Diam-diam Peka

Lili paris atau Chlorophytum comosum dikenal mudah dirawat. Daun panjang berjuntai hijau bergaris putih bikin tanaman ini jadi primadona. Tapi ada kelemahan tersembunyi: kepekaan terhadap fluorida di air ledeng perkotaan.

Menurut ClassyPlants, fluorida menumpuk di jaringan daun setelah penyiraman berulang. Muncul garis kecokelatan dari ujung daun lalu meluas ke pangkal. Solusinya, ganti dengan air suling, air hujan, atau air keran yang didiamkan semalaman dalam wadah terbuka. Daun yang sudah cokelat tidak bisa hijau lagi, jadi pangkas hanya untuk memperbaiki tampilan.

2. Calathea, Cantik Tapi Tak Suka 'Air Kota'

Calathea populer karena corak daun unik dan gerakan naik turun mengikuti siang-malam. Di balik penampilannya, calathea tumbuh alami di lantai hutan hujan dengan pasokan air murni.

Dikutip dari Plant Care Club, fluorida dan klorin jadi penyebab utama tepi daun kering dan rapuh. Kerusakan dimulai dari pinggir daun sebelum meluas. Gunakan air suling, air hujan, atau hasil reverse osmosis. Mendiamkan air keran semalaman hanya mengurangi klorin, sementara fluorida tetap tertinggal.

3. Peace Lily, Bunga Putih dengan Ujung Daun Rawan

Peace lily punya daun hijau mengilap dan bunga putih menjulang. Tanaman asal hutan tropis ini sering dipilih untuk ruang tamu dan ruang kerja.

Catatan Plant Scryer menyebut peace lily benar-benar peka terhadap fluorida. Fluorida tidak menguap dan terus mengendap di media tanam, lalu terkumpul di ujung daun hingga jaringan mati dan mengering. Beralih ke air suling, air hujan, atau reverse osmosis jadi langkah pencegahan paling masuk akal.

4. Anggrek, Akar Sensitif di Balik Bunga Mewah

Anggrek terlihat kokoh, tapi sistem akarnya sensitif terhadap perubahan kualitas air. Air keran membawa klorin, kloramin, dan fluorida yang bisa mengganggu akar jika terpapar berulang.

Mengutip Freeplantscare, gangguan muncul sebagai akar menghitam atau daun menguning tanpa sebab jelas. Air hujan jadi pilihan terbaik karena tingkat keasamannya sesuai dan bebas bahan kimia pengolahan air. Air suling juga bisa jadi alternatif.

5. Never-Never Plant, Kerabat Calathea yang Manja Air

Ctenanthe atau never-never plant masih kerabat calathea dari hutan tropis Brasil. Daunnya bercorak garis hijau tua dan muda yang rapi, incaran pencinta tanaman indoor.

Garden Betty mengungkap tanaman ini tidak selalu responsif terhadap fluorida, klorin, kloramin, dan mineral air keran. Paparan berulang bikin kandungan itu menumpuk di media tanam dan berujung bercak serta ujung daun mengering. Air suling atau air keran yang didiamkan semalaman bisa mengurangi risiko.

6. Lucky Bamboo, Mungil Tapi Cepat Bereaksi

Lucky bamboo bukan bambu sejati, melainkan Dracaena sanderiana yang biasa ditanam dalam vas berisi air dan batu kecil. Bentuk ramping dan cara tanam praktis bikin tanaman ini populer di meja kerja.

Menurut Plant My Home, lucky bamboo peka terhadap klorin, kloramin, dan fluorida. Karena akar terendam langsung tanpa media tanam penyangga, dampaknya muncul lebih cepat dibanding tanaman pot. Ganti air vas rutin dengan air suling atau air hujan agar batang dan daun tetap hijau.

7. Prayer Plant, Daun Menutup, Risiko Mengintai

Maranta leuconeura dijuluki prayer plant karena daunnya menutup ke atas pada malam hari seperti tangan berdoa. Pola urat daunnya khas dan bikin nagih.

Blooming Expert menyebut prayer plant tidak biasa dalam hal kepekaan terhadap fluorida, sejajar lili paris dan lucky bamboo. Kerusakan tampak seperti bercak kering kuning kecokelatan yang mudah disalahartikan sebagai serangan jamur. Air suling, air hujan, atau air keran yang didiamkan semalaman membantu mengurangi risiko.

Analisis: Tren Tanaman Hias, Air Keran, dan Biaya Tersembunyi

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat fenomena ini bukan cuma soal botani. Tanaman hias sudah jadi bagian gaya hidup, simbol ketenangan, bahkan dekorasi ruang kerja. Tapi banyak orang lupa bahwa air keran yang sama setiap hari bisa jadi 'musuh diam-diam'. Ini pengingat bahwa merawat tanaman bukan hanya soal rutin menyiram, tetapi juga memahami kualitas air.

Jika kamu tinggal di kota besar dengan air ledeng bertekanan tinggi, pertimbangkan menyimpan air hujan atau membeli air suling. Memang terlihat repot, tapi lebih baik daripada daun kesayangan mengering satu per satu.

FAQ Terkait Berita Ini

Q: Apa penyebab utama daun tanaman hias menguning atau mengering setelah disiram air keran?
A: Kandungan klorin dan fluorida pada air ledeng menumpuk di jaringan daun setelah penyiraman berulang, lalu muncul bercak kering di ujung maupun tepi daun.

Q: Apakah air keran yang didiamkan semalaman aman untuk semua tanaman hias sensitif?
A: Tidak sepenuhnya. Mendiamkan air keran hanya mengurangi klorin, sedangkan fluorida tetap tertinggal, jadi risiko kerusakan belum hilang total.

Q: Air apa yang paling aman untuk menyiram tanaman hias yang sensitif terhadap air keran?
A: Air hujan dan air suling paling aman karena bebas klorin, fluorida, dan mineral tambahan yang biasa ada di air ledeng perkotaan.

Meow! Tanya Nesi!
😸