Indonesia Perkuat Perikanan Skala Kecil lewat Rencana Aksi Nasional dan KNMP
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen Indonesia memperkuat perikanan skala kecil dalam Sidang ke-37 COFI di Roma, 7 September 2026, guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan.
Latar Belakang dan Signifikansi
Lebih dari 90% nelayan Indonesia tergolong skala kecil, menyumbang mayoritas produksi perikanan tangkap nasional. Penguatan sektor ini menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kelautan berkelanjutan.
Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (NPOA‑SSF)
Indonesia telah menyusun perikanan skala kecil melalui NPOA‑SSF, satu‑satunya rencana aksi serupa di Asia bersama Filipina. Dokumen ini mengimplementasikan Pedoman Sukarela FAO untuk perikanan berkelanjutan dan menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota FAO yang proaktif.
Implementasi di Lapangan: Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)
KNMP menjadi contoh konkret transformasi kebijakan menjadi aksi. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kelembagaan koperasi, membuka akses pasar, meningkatkan kapasitas teknis, dan mengoptimalkan rantai nilai hasil perikanan. Kampung Nelayan Merah Putih menjadi model integrasi sosial‑ekonomi bagi komunitas pesisir.
Target dan Proyeksi
Pada 2025, pemerintah berhasil mendirikan 100 KNMP di seluruh kepulauan. Target ambisius selanjutnya adalah memperluas jaringan hingga 5.000 desa pada 2029, yang diharapkan menurunkan biaya operasional nelayan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat posisi tawar mereka di pasar domestik serta internasional.
Hubungan dengan Transformasi Biru FAO
Trenggono menilai agenda Blue Transformation FAO selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru Indonesia, yang menekankan pengelolaan sumber daya laut secara lestari sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat pesisir.


