Hadapi Karhutla Kalteng, Polri Andalkan Drone Thermal hingga 220 Sumur Bor
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Dedi Prasetyo mengecek kesiapan personel dan sarana pemadaman di pos penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah .
- Pengecekan itu menjadi bagian penguatan Polri dalam menghadapi karhutla melalui teknologi deteksi dini, kendaraan khusus, peralatan pemadaman, serta rekayasa tata air gambut.
- Dalam pengecekan tersebut, Polri mengerahkan sejumlah kendaraan double cabin, AWC, kendaraan Damkar dan tactical Karhutla, kendaraan Komodo, sepeda motor modifikasi, hingga ATV.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengecek kesiapan personel dan sarana pemadaman di pos penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Pengecekan itu menjadi bagian penguatan Polri dalam menghadapi karhutla melalui teknologi deteksi dini, kendaraan khusus, peralatan pemadaman, serta rekayasa tata air gambut.
Dalam pengecekan tersebut, Polri mengerahkan sejumlah kendaraan double cabin, AWC, kendaraan Damkar dan tactical Karhutla, kendaraan Komodo, sepeda motor modifikasi, hingga ATV. Pemantauan diperkuat drone thermal untuk mendeteksi sumber panas yang sulit terlihat akibat asap atau kondisi medan.
Pemadaman dan tata air gambut
Untuk pemadaman, disiapkan puluhan pompa dan ratusan perlengkapan selang, konektor, fire beater, serta folding water tank. Polri juga mendorong penyekatan kanal, pengisian kembali air, pembangunan sumur bor, dan embung untuk menjaga muka air gambut.
Menurut rilis Polri, saat ini terdapat 220 sumur bor dan 104 embung yang menjadi bagian dari infrastruktur mitigasi karhutla di Kalteng. Rilis itu disampaikan Jumat (11/9).
Skala kebakaran
Data terbaru mencatat 107.309 hotspot, 2.819 firespot, dan 9.228,04 hektare lahan terbakar di Kalteng. Konsentrasi kebakaran tertinggi berada di Kotawaringin Timur. Kondisi udara Palangka Raya dilaporkan mencapai AQI 3.242 atau kategori sangat berbahaya.
Penguatan teknologi dan rekayasa tata air menjadi bagian dari mitigasi, tetapi angka hotspot, firespot, dan luas lahan terbakar menunjukkan tekanan karhutla masih besar. Infrastruktur yang tersedia harus mampu menjangkau titik panas di medan gambut yang rentan dan sering tertutup asap.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
