GovTech Janji Bansos Tepat Sasaran, Pemerintah Kejar Rollout 514 Kabupaten/Kota Oktober 2026
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Juru Bicara Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Jodi Mahardi menyatakan penerapan Government Technology (GovTech) menjadi kunci agar penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran, bukan sekadar cepat. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (10/9/2026), di tengah uji coba integrasi data kementerian/lembaga dan persiapan rollout nasional ke 514 kabupaten/kota pada Oktober 2026.
Menurut Jodi, persoalan utama birokrasi Indonesia bukan kekurangan data, melainkan fragmentasi. Banyak sistem dan data pemerintahan berjalan sendiri-sendiri. Melalui GovTech, pemerintah mendorong interoperabilitas agar pelayanan publik lebih mudah, transparan, dan keputusan kebijakan berpijak pada data yang lebih baik.
Sebagai analisis ekonomi makro, ini bukan proyek teknologi informasi biasa. Integrasi data menentukan kualitas fiskal karena bantuan sosial adalah belanja negara yang rawan salah sasaran. Jika data tunggal terhubung, pemerintah dapat menekan inclusion error dan exclusion error, sekaligus memperkuat disiplin anggaran. Efisiensi kecil di setiap program perlindungan sosial akan berdampak besar pada ruang fiskal 2027.
Salah satu penerapan dilakukan lewat digitalisasi program perlindungan sosial. Masyarakat dapat memperbarui data melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos), menggunakan mekanisme sanggah, dan melakukan pemutakhiran data. Jodi menyebut uji coba sudah membuktikan warga yang sebelumnya dinilai tidak layak berdasarkan posisi desil kini bisa masuk kriteria penerima.
Pemerintah juga menyiapkan agen perlindungan sosial untuk mendampingi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi. Langkah ini penting agar transformasi digital tidak menciptakan lapisan baru ketimpangan administrasi.
Peluncuran nasional ditargetkan pada Oktober 2026 di 514 kabupaten/kota. Saat ini implementasi bertahap berjalan sejak September 2026 pada 258 kabupaten/kota. Evaluasi terus dilakukan, dan sistem disiapkan untuk mendukung penyaluran bansos triwulan I 2027.
Namun, ujian sesungguhnya bukan pada seremoni peluncuran. Tata kelola data, keamanan siber, validasi desil, dan akuntabilitas publik akan menentukan apakah GovTech benar-benar memperbaiki nasib penerima manfaat atau hanya menjadi etalase digital. Tanpa perbaikan tata kelola, integrasi data hanya memindahkan masalah lama ke satu pintu baru.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa manfaat utama GovTech menurut DEN?
Integrasi sistem dan data pemerintahan agar pelayanan publik lebih mudah, transparan, dan bansos lebih tepat sasaran.
Kapan rollout nasional dilakukan?
Oktober 2026 di 514 kabupaten/kota, setelah tahap September 2026 di 258 kabupaten/kota.
Bagaimana masyarakat memperbaiki data bansos?
Melalui portal Perlinsos, mekanisme sanggah, dan pemutakhiran data, dengan bantuan agen perlindungan sosial bila diperlukan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

JB Syariah Klarifikasi Dugaan Hilangnya 2,2 Kg Emas Nasabah: Tak Ada Fasilitas Deposito, Sempat Gadai Lunas Sejak 2013

Direktur Utama Blue Bird Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Hampir Rp1 Miliar untuk Perkuat Pengendalian

Emtek Resmikan Penjualan Saham Indopay Merchant Services, Fokus Optimalisasi Portofolio Investasi
