Biksu Senior Thailand Ditangkap karena Dugaan Penggelapan 100 Juta Baht dan Skandal Seks
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Phra Vajirayan, biksu senior berusia 66 tahun, ditangkap pada Kamis (10 September) pagi di sebuah kuil di Ayutthaya setelah polisi menerima laporan dugaan penyalahgunaan dana kuil senilai 100 juta baht (sekitar Rp53 miliar) serta skandal seksual dengan asisten perempuannya.
Penggelapan Dana Kuil
Menurut Letnan Jenderal Natthasak, penyelidikan rahasia menemukan bahwa biksu tersebut menandatangani lebih dari 20 tanda terima sumbangan atas nama kuil tanpa izin selama lebih dari dua tahun, sehingga menimbulkan kerugian total sekitar 100 juta baht. Uang yang diselewengkan diduga disalurkan kepada seorang perempuan untuk menutupi jejak transaksi.
Skandal Seksual
Rekaman CCTV di dalam kediaman Phra Vajirayan memperlihatkan biksu itu melakukan hubungan seksual dengan asisten perempuan—yang sama dengan orang yang membantu mengelola dana hasil penggelapan—di atas meja makan kamar pribadinya, melanggar aturan kelajangan yang melarang biksu berhubungan seksual.
Barang Bukti dan Penahanan
Polisi menyita 35 jimat emas, emas batangan dan perhiasan seberat 1,36 kg senilai total 6,04 juta baht (≈ Rp3 miliar), uang tunai 3,6 juta baht, tiga ponsel, satu iPad, serta berbagai dokumen tanah, bank, dan asuransi. Phra Vajirayan, yang dikenal dengan nama asli Atichote Thammavaro, diangkat menjadi kepala kuil pada 2022 dan terkenal karena menciptakan jimat Buddha "Nuea Duang" yang populer di kalangan umat.
Implikasi terhadap Institusi Keagamaan
Di Thailand, biksu sering dianggap pejabat negara dan menerima tunjangan bulanan dari pemerintah. Kasus ini menambah sorotan pada pengawasan keuangan lembaga keagamaan dan menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme akuntabilitas internal.
Informasi lebih lanjut tentang penggelapan dana dan skandal seks biksu dapat diikuti di portal berita terkait.


