242 Gerbong KRL Afkir Tertumpuk di Depo Depok Siap Dipindah ke Pasirbungur
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan pada Jumat, 11 September 2026, bahwa 242 gerbong KRL yang telah dinyatakan afkir kini menumpuk di Depo Depok, Jawa Barat, sebagai langkah awal sebelum dipindahkan secara bertahap ke Stasiun Pasirbungur, Subang, untuk proses konservasi.
Latar Belakang Penumpukan
Gerbong‑gerbong tersebut berasal dari sekitar 25 rangkaian yang tidak lagi memenuhi standar operasional karena kerusakan berat. Penumpukan sementara di depo ini merupakan bagian dari tahapan pengerucutan sarana sebelum seluruh unit dipindahkan ke lokasi yang lebih permanen.
Reaksi Warga dan Pengamat
Warga sekitar mengonfirmasi bahwa tumpukan gerbong baru muncul dalam beberapa minggu terakhir. Salah satu pengguna KRL, Rahmawati, menyatakan sering melintas di area tersebut namun belum sempat mendokumentasikannya, sehingga ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil foto pribadi.
Implikasi Bisnis
Pengelolaan aset afkir seperti ini menegaskan pentingnya assetmanagement dalam industri transportasi publik. Memindahkan gerbong ke fasilitas konservasi dapat mengurangi beban pemeliharaan di depot utama dan membuka ruang untuk investasi pada rolling stock yang lebih modern, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi operasional KAI.
Langkah konservasi juga membuka peluang bagi pihak ketiga yang bergerak di bidang daur ulang material kereta, sehingga potensi nilai sisa material dapat dimaksimalkan.
Pertanyaan Terkait
Q: Mengapa gerbong KRL harus dipindahkan ke Subang?
A: Karena Stasiun Pasirbungur, Subang, telah ditetapkan sebagai lokasi konservasi resmi untuk mengelola aset afkir secara terpusat.
Q: Berapa banyak rangkaian yang terlibat?
A: Sekitar 25 rangkaian, dengan total 242 gerbong yang dinyatakan tidak layak operasional.


