Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Tragedi Selat Sunda: 5 Jurnalis Hilang, Basarnas Kerahkan 4 SRU dan 3 Kapal Perang, Erupsi Anak Krakatau Menerjang!

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Tragedi Selat Sunda: 5 Jurnalis Hilang, Basarnas Kerahkan 4 SRU dan 3 Kapal Perang, Erupsi Anak Krakatau Menerjang!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kamis (10/9) pagi.
  • Rombongan tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
  • Kontak terakhir terjadi sekitar pukul 15.04 WIB setelah seorang jurnalis mengirim titik lokasi pada 14.42 WIB.

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kamis (10/9) pagi. Rombongan tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kontak terakhir terjadi sekitar pukul 15.04 WIB setelah seorang jurnalis mengirim titik lokasi pada 14.42 WIB.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan bahwa operasi hari ini mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. 'Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat berjalan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan,' ujarnya, dikutip dari Antara, Rabu (9/9). Strategi pencarian difokuskan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau, dengan mempertimbangkan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

Empat SRU dan Perluasan Area

Pada hari kedua, Rabu (9/9), tim SAR membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan penyisiran 68,3 nautical mile (NM) dan spacing 3 NM. SRU 2 memakai KAL Anyer (69,5 NM, spacing 3 NM). SRU 3 dengan RIB 01 Lampung (67 NM, spacing 1 NM). SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten menyisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan area pencarian diperluas hingga 271 NM ke arah barat daya dari Gunung Anak Krakatau. Basarnas Lampung, Polda Lampung, dan TNI AL turut mengerahkan kapal. TNI AL mengirim KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, serta KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang. Lanal Lampung menyiagakan KAL Siaga.

Di tengah operasi, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu sekitar pukul 13.31 WIB saat SRU 1 sedang menyisir. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menegaskan keselamatan personel tetap prioritas. 'Saat terlihat material debu cukup tebal, kami mempertimbangkan faktor keselamatan. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan,' katanya.

Permintaan Keluarga dan Kendala Cuaca

Desi, istri jurnalis foto Antara, Bagus Khoirunnas, meminta tim SAR mencari di Pulau Sertung. Ia mendapat informasi bahwa rombongan suaminya berencana menyeberang ke pulau tersebut. Al Amrad menyatakan akan mempertimbangkan informasi itu, namun lokasinya dekat dengan titik erupsi sehingga tim harus ekstra hati-hati.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan pencarian udara belum dapat dilakukan karena cuaca tidak mendukung. 'Sudah dicoba menggunakan drone,' ujarnya, Rabu (9/9). Angin kencang juga menjadi kendala. Pencarian akan dimaksimalkan Kamis pagi ini.

Analisis: Koordinasi dan Risiko Liputan Bencana

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi jurnalis dalam meliput bencana alam. Koordinasi antarinstansi dalam operasi SAR patut diapresiasi, tetapi evaluasi mendalam perlu dilakukan. Apakah protokol keselamatan media saat peliputan di Selat Sunda sudah memadai? Kecepatan informasi dan akurasi titik koordinat menjadi krusial. Selain itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus erupsi menambah kompleksitas. Perlu ada sistem peringatan dini terintegrasi bagi awak media dan nelayan. Kasus jurnalis hilang ini semoga menjadi momentum perbaikan prosedur keselamatan peliputan di zona berbahaya.

FAQ Terkait Berita Ini

Siapa saja yang hilang dalam insiden ini?
Lima jurnalis: M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance), serta tiga awak speedboat.

Di mana lokasi pencarian difokuskan?
Sisi utara Gunung Anak Krakatau, dengan perluasan ke barat daya hingga 271 NM, termasuk Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Mengapa pencarian udara belum dilakukan?
Cuaca tidak mendukung, terutama angin kencang. Tim sudah mencoba menggunakan drone.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ