Singapura Waspada: Komandan Milisi Irak Pendukung Iran Tiga Kali Ajukan Visa, Ancaman Terorisme Meluas ke Asia Tenggara
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Singapura mengungkap Mohammad Baqer Saad Dawood Al-Saadi, komandan milisi Irak yang didukung Iran, tiga kali mengajukan visa untuk masuk ke negara kota itu pada 2023 dan 2024. Dalam laporan penilaian ancaman terorisme tahunan Internal Security Department (ISD) yang dikutip AFP, Kamis (10/9/2026), otoritas menilai kasus ini menunjukkan konflik di Timur Tengah berpotensi memperluas ancaman terorisme hingga Asia Tenggara.
ISD menyatakan Al-Saadi kemungkinan sempat melakukan perjalanan ke wilayah lain di Asia Tenggara selama periode tersebut. Badan keamanan itu menegaskan akan menolak masuknya Al-Saadi apabila ia mencoba memasuki Singapura. 'Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa perjalanan Baqer ke kawasan ini mungkin bertujuan untuk aksi terorisme, dan ia bisa saja mengincar Singapura sebagai target, termasuk kepentingan AS serta kepentingan Israel/Yahudi di sini,' ujar ISD.
Premi Risiko Geopolitik dan Dampak Ekonomi
Sebagai pusat keuangan dan logistik di Asia Tenggara, stabilitas keamanan Singapura adalah aset ekonomi yang mahal. Sinyal ancaman ini tidak otomatis menghentikan arus investasi, tetapi menaikkan premi risiko geopolitik: biaya asuransi, pengamanan pelabuhan, penerbangan, dan infrastruktur digital berpotensi naik. Bagi pasar, berita seperti ini memperkuat kebutuhan diversifikasi risiko rantai pasok, bukan sekadar isu keamanan.
Jaksa penuntut Amerika Serikat dalam dakwaan Mei mengidentifikasi Al-Saadi sebagai tokoh senior Kataeb Hezbollah, kelompok bersenjata Irak yang ditetapkan Washington sebagai organisasi teroris dan dikaitkan dengan IRGC. Otoritas AS menuduhnya mengarahkan serangan terhadap kepentingan AS dan Israel serta menyerukan pembunuhan warga Amerika dan Yahudi sebagai pembalasan atas perang terhadap Iran.
Al-Saadi ditangkap di Turki sebelum dipindahkan ke Amerika Serikat dan kini masih ditahan sambil menunggu persidangan. Namun, Kataeb Hezbollah membantah bahwa Al-Saadi merupakan anggota kelompok tersebut. Asia Tenggara sendiri memiliki sejarah menjadi sasaran serangan militan, termasuk bom Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang.
FAQ Terkait Berita Ini
Siapa Al-Saadi? Mohammad Baqer Saad Dawood Al-Saadi adalah komandan milisi Irak yang didukung Iran dan diidentifikasi AS sebagai tokoh senior Kataeb Hezbollah.
Apa yang diungkap Singapura? ISD menyebut Al-Saadi tiga kali mengajukan visa ke Singapura pada 2023-2024 dan berpotensi menjadikan Singapura target terorisme.
Mengapa ini penting bagi Asia Tenggara? Kasus ini menunjukkan konflik Timur Tengah dapat memperluas ancaman terorisme dan meningkatkan premi risiko geopolitik kawasan.


