Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Perintahkan KSAL, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Prabowo Perintahkan KSAL, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengerahkan pasukan dan armada untuk mencari lima jurnalis serta tiga orang kru dan pemandu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Instruksi itu keluar tak lama setelah rombongan dilaporkan hilang, Senin malam, setelah sebelumnya bertolak untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden tidak menunggu lama. Sejak laporan hilang kontak diterima, Prabowo langsung meminta TNI Angkatan Laut bergerak. “Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, Senin malam, Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian. Pada hari itu juga TNI-AL mengirim kapal-kapalnya,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Operasi Gabungan dan 11 Kapal yang Dikerahkan

Menindaklanjuti instruksi itu, operasi pencarian dilakukan dengan mengerahkan sejumlah unsur gabungan. Berdasarkan laporan KSAL, sebanyak 11 kapal dikerahkan menyisir wilayah pencarian dan menemukan keberadaan rombongan.

  • KRI Leuser-924
  • KRI Kerambit-627
  • KRI Lepu-861
  • KAL Anyer 1-3-64
  • KAL Pohawang I-3-30
  • RBB Peucang Lanal Banten
  • RHIB SAR 02 Banten
  • RHIB SAR 02 Lampung
  • KN SAR Tetuka-247
  • KN SAR Basudewa-224
  • KP Sanjaya-7017

Teddy menilai pengerahan kapal-kapal itu menunjukkan pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan kekuatan secara bersama-sama. Operasi terus diarahkan untuk menemukan seluruh anggota rombongan yang hingga kini dilaporkan hilang kontak.

Kronologi dan Identitas Rombongan

Rombongan lima jurnalis beserta dua awak kapal dan satu pemandu hilang kontak pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak akhir pekan lalu.

Nama-nama dalam kapal tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (jurnalis ANTARA), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudhis (jurnalis iNews), Daus (jurnalis Anadolu), serta Donal (pewarta lepas). Adapun awak kapal bernama Warta (55) dan Surakman (60), serta pemandu bernama Heriyanto (49).

Analisis: Keselamatan Jurnalis dan Ujian Koordinasi

Di balik besarnya armada yang dikerahkan, peristiwa ini semestinya menjadi panggilan untuk mengevaluasi standar keselamatan peliputan bencana. Jurnalis yang meliput erupsi gunung berapi bekerja di ruang berisiko tinggi: laut membelah, cuaca berubah cepat, dan aktivitas vulkanik tidak bisa diprediksi. Negara memang wajib hadir dalam pencarian, tetapi industri media juga perlu memastikan prosedur keselamatan, komunikasi, dan mitigasi risiko tidak sekadar formalitas.

Yang tak kalah penting adalah transparansi informasi. Publik perlu mengetahui perkembangan operasi secara berkala, termasuk kendala cuaca, arus laut, dan cakupan wilayah pencarian. Dengan begitu, harapan agar lima jurnalis dan tiga kru segera ditemukan selamat tidak berhenti sebagai doa, melainkan disertai akuntabilitas kerja penyelamatan.

Teddy pun menyampaikan harapan dan doa agar seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap dia.

FAQ Terkait Berita Ini

Siapa yang memerintahkan pencarian? Presiden Prabowo Subianto melalui instruksi kepada KSAL.

Berapa kapal yang dikerahkan? Sebanyak 11 kapal gabungan dari TNI AL, SAR, dan unsur terkait.

Kapan rombongan hilang kontak? Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 WIB saat bertolak dari Carita, Pandeglang, Banten.

Meow! Tanya Nesi!
😸