Misteri Siswi Karo Kehilangan Ingatan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Kemenkes Pilih Main Aman?

Kesehatan
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Misteri Siswi Karo Kehilangan Ingatan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Kemenkes Pilih Main Aman?
BAGIKAN:

Sebuah tragedi memilukan menimpa Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Remaja malang ini dilaporkan mengalami gangguan ingatan parah hingga kesulitan berbicara setelah diduga kuat mengalami kasus keracunan makanan pasca-mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya. Kasus yang mencuat sejak akhir Agustus ini langsung memantik sorotan tajam publik terhadap kredibilitas program andalan pemerintah tersebut.

Respons Birokrasi: Menanti Hasil Medis atau Mengulur Waktu?

Menanggapi peristiwa yang menggegerkan ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengonfirmasi bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis rawat jalan sejak 31 Agustus 2024 di RSUP H. Adam Malik, Medan.

"Saat ini pasien ditangani oleh tim dokter multidisiplin, termasuk dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, spesialis anak subspesialis neurologi, hingga dokter spesialis kesehatan jiwa," ujar Aji saat dikonfirmasi pada Kamis (10/9). Namun, senada dengan sikap defensif birokrasi pada umumnya, Kemenkes menegaskan bahwa hingga kini belum ada kesimpulan medis yang mengaitkan secara langsung antara penyakit saraf yang diderita Febiona dengan makanan yang dikonsumsinya dalam program MBG.

Catatan Kritis Budi Santoso: Jangan Jadikan Anak-Anak Kelinci Percobaan

Sebagai jurnalis, saya melihat ada pola yang mengkhawatirkan di sini. Pernyataan 'belum dapat disimpulkan' adalah tameng klasik yang kerap digunakan otoritas untuk meredam kepanikan publik sekaligus menyelamatkan muka program politik. Namun, fakta di lapangan tidak bisa diabaikan begitu saja. Kasus di Karo ini bukanlah insiden tunggal; sejumlah wilayah lain di Indonesia juga telah melaporkan indikasi keracunan serupa terkait program MBG.

Ketika sebuah program berskala nasional yang menyasar anak-anak sekolah diluncurkan, aspek pengawasan rantai pasok makanan (supply chain) dan higienitas mutlak menjadi harga mati. Jika benar ada korelasi antara asupan makanan tersebut dengan kerusakan neurologis atau gangguan ingatan yang dialami Febiona, maka ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan kejahatan kemanusiaan akibat lemahnya kontrol kualitas. Pemerintah tidak boleh bermain dadu dengan kesehatan generasi penerus bangsa.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah sudah dipastikan korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis?
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan menyatakan belum dapat menyimpulkan adanya hubungan kausalitas langsung antara penyakit gangguan ingatan yang diderita korban dengan makanan dari program MBG.

Bagaimana kondisi terkini korban?
Korban, Febiona Purba, dilaporkan mengalami penurunan fungsi kognitif yang signifikan, termasuk kehilangan ingatan dan kesulitan berbicara. Saat ini ia menjalani rawat jalan intensif di RS Adam Malik Medan di bawah pengawasan tiga dokter spesialis.

Meow! Tanya Nesi!
😸