Swakelola SMPN 1 Tukka Dipuji Tito Karnavian, Anggaran Pemulihan Pendidikan Pascabencana Disiapkan hingga 2028
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara — Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi pemulihan SMP Negeri 1 Tukka yang dilakukan melalui mekanisme swakelola sekolah. Apresiasi itu disampaikan saat ia meninjau langsung sekolah yang sebelumnya terendam lumpur di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (10/9). Pemulihan ini menjadi bagian dari prioritas pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatera Utara.
SMP Negeri 1 Tukka sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat setelah lumpur merendam sejumlah bagian sekolah. Ruang kelas dan aula terdampak, sementara plafon dan beberapa bagian bangunan lain rusak. Perbaikan dilakukan bertahap mulai dari ruang kelas, aula, ruang guru, hingga ruang praktik. Kini kegiatan pendidikan di sekolah tersebut dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Anggaran Pendidikan hingga 2028
Tito mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran pemulihan sektor pendidikan hingga 2028 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Anggaran itu sudah turun dari Kementerian Keuangan. Menteri Dikdasmen membuat program untuk daerah terdampak, termasuk Tapanuli Tengah, dengan Tukka sebagai salah satu skala prioritas.
Pemulihan fasilitas SMP Negeri 1 Tukka dilakukan melalui swakelola menggunakan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang disalurkan langsung kepada pihak sekolah. Selain swakelola, pemerintah juga menyiapkan opsi pengerjaan melalui TNI maupun penyedia jasa, menyesuaikan kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Tito menilai mekanisme swakelola yang diterapkan di SMP Negeri 1 Tukka berjalan baik. Menurutnya, skema tersebut memberi keleluasaan kepada pihak sekolah untuk menggunakan anggaran sesuai kebutuhan pemulihan fasilitas. Ia pun mengapresiasi kepala sekolah dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses perbaikan sekolah tersebut.
Swakelola: Cepat, tetapi Harus Akuntabel
Dalam konteks pascabencana, swakelola memang memiliki nilai lebih. Sekolah lebih memahami kebutuhan riil, mulai dari prioritas ruang kelas hingga kualitas bahan yang dipakai. Namun, fleksibilitas tanpa pengawasan ketat berpotensi menimbulkan masalah. Publik berhak mengetahui rincian belanja, volume pekerjaan, dan standar kualitas hasil perbaikan. Jika transparansi diabaikan, pemulihan bisa berubah menjadi proyek simbolis yang rapuh terhadap bencana berikutnya.
Karena itu, apresiasi terhadap kepala sekolah semestinya dibarengi dengan mekanisme audit yang jelas. Dana yang dikelola langsung oleh sekolah perlu dipantau tidak hanya oleh Satgas PRR, tetapi juga oleh inspektorat dan masyarakat setempat. Akuntabilitas bukan penghambat, melainkan jaminan agar anggaran pemulihan pendidikan benar-benar berdampak jangka panjang.
Pemulihan Tidak Boleh Berjalan Sendiri
Tito menegaskan pemulihan fasilitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari penanganan sektor lainnya. Perbaikan rumah warga, saluran air, infrastruktur pengendali banjir, hingga fasilitas pelayanan dasar harus berjalan secara paralel. Satgas PRR akan terus memantau pelaksanaan pemulihan agar seluruh proses berjalan terpadu dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Tapanuli Tengah.
Ujian sesungguhnya bukan hanya pada seremoni peninjauan, melainkan pada konsistensi setelahnya. Janji anggaran hingga 2028 harus diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata, tepat waktu, dan tepat mutu. Tanpa itu, pemulihan pascabencana hanya akan menjadi catatan administratif tanpa perubahan berarti bagi warga yang paling terdampak.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu swakelola dalam pemulihan SMPN 1 Tukka? Swakelola adalah mekanisme di mana sekolah mengelola langsung anggaran pemulihan sesuai kebutuhan, dengan dana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mengapa SMPN 1 Tukka menjadi prioritas? Karena sekolah ini terdampak cukup berat akibat terendam lumpur, dengan kerusakan pada ruang kelas, aula, plafon, ruang guru, dan ruang praktik.
Sampai kapan anggaran pemulihan pendidikan disiapkan? Pemerintah pusat menyiapkan anggaran pemulihan sektor pendidikan hingga 2028 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


