Meiska Bikin Baper! Tiga Lagu Ini Jadi Soundtrack Perjalanan Cinta Anak Muda, dari Ghosting sampai Cinta Tak Mungkin
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Meiska kembali mencuri perhatian di industri musik Tanah Air. Sejak 2022 hingga kini, penyanyi asal Bali ini membawa tiga lagu yang menjelma jadi soundtrack perjalanan cinta anak muda: Hilang Tanpa Bilang, Keras Kepala, dan Ingin Kumiliki. Bukan sekadar melodi yang mudah dinikmati, ketiganya merangkum fase emosional yang akrab: ditinggalkan tanpa penjelasan, bertahan meski tahu hubungan tak sehat, sampai mencintai seseorang yang sejak awal mungkin tak bisa dimiliki.
Dari Ghosting ke Keras Kepala
Perjalanan itu dimulai lewat Hilang Tanpa Bilang pada 2022. Lagu ini mengangkat fenomena ghosting, yaitu hilangnya seseorang tanpa kabar dan penjelasan. Justru karena ceritanya sederhana, lagu ini mudah menyentuh pendengar. Meiska menyebut hal paling sulit dari sebuah hubungan bukan selalu kehilangan sosoknya, melainkan kehilangan kesempatan mendapat penjelasan.
Setelah itu, Meiska membawa pendengar ke fase berikutnya lewat Keras Kepala. Lagu ini bercerita tentang orang yang sudah tahu hubungannya tidak akan berakhir sesuai harapan, tetapi masih memilih bertahan. ‘Karena pada akhirnya, banyak orang pernah menjadi keras kepala ketika berurusan dengan perasaan,’ ujar wanita asal Bali tersebut.
Ingin Kumiliki dan Bayang-Bayang Ruth Sahanaya
Kini, Meiska masuk ke babak berbeda lewat Ingin Kumiliki, lagu ciptaan Tohpati yang sebelumnya dipopulerkan Ruth Sahanaya. Versi terbaru ini digarap ulang dengan aransemen lebih modern dan menggandeng Meiska sebagai vokalis. Membawakan lagu yang sudah punya sejarah panjang tentu bukan perkara gampang. Pendengar sudah punya memori sendiri terhadap versi lama.
Meiska pun memilih tidak menggantikan, melainkan memberi interpretasi baru sesuai karakternya. ‘Membawakan kembali lagu yang sudah memiliki sejarah berarti harus berhadapan dengan ekspektasi pendengar yang telah mengenal versi sebelumnya. Namun, alih-alih mencoba menggantikan versi Ruth Sahanaya, Meiska memilih memberikan interpretasinya sendiri,’ katanya.
Analisis: Satu Emosi, Tiga Babak
Sebagai editor hiburan yang cukup lama mengamati budaya pop, saya melihat Meiska sedang membangun katalog emosional yang rapi. Tiga lagu ini tidak berdiri sendiri-sendiri. Mereka seperti tiga babak dari satu cerita: hati yang menginginkan sesuatu yang tidak selalu bisa didapat. Yang pernah di-ghosting bisa menemukan kisahnya di Hilang Tanpa Bilang. Yang masih bertahan meski tahu harus pergi merasa terwakili lewat Keras Kepala. Yang pernah menyukai seseorang yang tak mungkin dimiliki menemukan perasaannya di Ingin Kumiliki.
Di pasar musik Indonesia yang kerap terjebak formula viral, pendekatan Meiska terbilang cerdas. Ia tidak sekadar menjual kesedihan, tetapi mengkurasi fase perasaan. Hasilnya, lagu-lagu itu terasa dekat dengan siapa pun yang mendengarkan.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa saja tiga lagu Meiska yang jadi soundtrack perjalanan cinta anak muda? Hilang Tanpa Bilang, Keras Kepala, dan Ingin Kumiliki.
Mengapa Ingin Kumiliki disebut tantangan bagi Meiska? Karena lagu ciptaan Tohpati itu sudah lebih dulu populer lewat Ruth Sahanaya, sehingga Meiska harus menghadapi ekspektasi pendengar tanpa berusaha menggantikan versi lama.
Apa benang merah ketiga lagu tersebut? Semuanya berbicara tentang hati yang menginginkan sesuatu yang tidak selalu bisa didapatkan.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
