Malone Lam Curi Bitcoin Rp4,2 T, Beli 28 Mobil Mewah: Rolls-Royce, 7 Lamborghini, Ferrari, Pagani
Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Malone Lam, warga Singapura, harus berhadapan dengan hukum Amerika Serikat setelah terbukti mencuri Bitcoin senilai US$245 juta atau sekitar Rp4,2 triliun. Uang haram itu tidak hanya dipakai berfoya-foya, tetapi juga membeli 28 mobil mewah—dari Rolls-Royce, tujuh Lamborghini, beberapa Ferrari, sampai hypercar Pagani. Dalam sidang di Pengadilan Distrik Columbia, ia mengaku bersalah atas konspirasi pemerasan dan pencurian kripto yang mengancam 20 tahun penjara.
Dari Bitcoin ke Garasi Mewah
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyatakan Lam Cs membeli mobil-mobil itu dengan rentang harga US$100 ribu hingga US$3,8 juta, setara Rp10 miliar sampai Rp66 miliar per unit. Straits Times menyebut total ada 28 mobil mewah yang mencakup Rolls-Royce, tujuh Lamborghini, beberapa Ferrari, dan Pagani.
Dari kacamata teknis, kombinasi ini bukan garasi sembarangan. Rolls-Royce mewakili kemewahan ultra dengan kabin hand-built dan mesin V12 yang halus. Lamborghini membawa karakter supercar agresif lewat mesin V10 dan V12. Ferrari menegaskan warisan balap dalam paket jalan raya. Pagani adalah hypercar eksotis yang identik dengan bodi serat karbon dan mesin V12 rakitan tangan. Bagi kolektor, 28 unit dalam satu garasi adalah pernyataan status yang ekstrem, bukan sekadar hobi.
Teknologi Jadi Senjata, Bukan Kunci Kontak
Lam disebut memanfaatkan pengetahuan perangkat lunak dan teknologi komputer untuk mendapatkan basis data informasi mata uang kripto serta daftar individu berharta tinggi. Ia menggunakan alias Anne Hathaway, $$$, dan King Greavy. Targetnya kemudian didekati, dirayu agar memberikan informasi rahasia, bahkan rumah mereka dibobol untuk menguras dompet kripto korban.
Jaksa AS Jeanine Pirro menegaskan, “Jika Anda membangun kerajaan kejahatan siber, kami akan melacak Anda, membongkar operasi Anda, dan meminta pertanggungjawaban.” Pernyataan itu menjadi penutup yang keras bagi operasi yang dibangun Lam Cs.
Analisis Doni Surya: Uang Panas dan Pasar Mobil Mewah
Sebagai reviewer otomotif, saya melihat kasus ini bukan cuma soal kriminal kripto. Pasar mobil mewah selalu punya daya tarik bagi uang panas karena nilai transaksinya besar, kepemilikan bisa dialihkan, dan pembeli bisa berlindung di balik anonimitas. Ketika 28 mobil mewah dibeli dalam waktu relatif singkat, itu bukan pola konsumen biasa. Itu pola akuisisi aset yang mengejar prestise sekaligus menyamarkan jejak.
Ironisnya, mobil-mobil seperti Rolls-Royce, Lamborghini, Ferrari, dan Pagani dirancang untuk menjadi puncak rekayasa otomotif. Tetapi dalam kasus ini, mereka justru menjadi bukti material dari kejahatan siber yang mengorbankan privasi dan kekayaan orang lain. Hukuman 20 tahun penjara menanti Lam, dan aset-aset itu kini menjadi bagian dari pelacakan aparat.
FAQ Terkait Berita Ini
Berapa nilai Bitcoin yang dicuri Malone Lam? US$245 juta atau sekitar Rp4,2 triliun.
Mobil mewah apa saja yang dibeli? Total 28 unit, termasuk Rolls-Royce, tujuh Lamborghini, beberapa Ferrari, dan Pagani.
Berapa ancaman hukuman Malone Lam? 20 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas konspirasi pemerasan dan pencurian kripto.


