Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Malam di Bar Jadi Awal Misteri: 8 Film yang Bikin Kamu Betah Begadang

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Malam di Bar Jadi Awal Misteri: 8 Film yang Bikin Kamu Betah Begadang
BAGIKAN:

Bar bukan cuma tempat singgah untuk minum. Di delapan film ini, bar berubah jadi ruang pertemuan, pelarian, bahkan titik awal misteri yang bikin penasaran. KapanLagi merangkum daftar film bertema bar yang menempatkan pengunjung malam sebagai pusat cerita.

Dari penyair yang betah berlama-lama di kursi bar sampai perjalanan lima sahabat menuju 12 pub, setiap film menawarkan suasana malam yang berbeda. Simak rekomendasinya, lalu pilih mana yang paling cocok untuk maraton akhir pekan.

1. Barfly: Hidup Seorang Penyair di Meja Bar

Barfly mengikuti Henry Chinaski, karakter yang terinspirasi dari penulis dan penyair Charles Bukowski. Disutradarai Barbet Schroeder, film ini dibintangi Mickey Rourke sebagai Chinaski dan Faye Dunaway sebagai Wanda. Bukowski sendiri menulis skenario yang mengambil banyak unsur dari kehidupannya.

Bar menjadi jantung kehidupan Chinaski. Ia menghabiskan waktu untuk minum, bertemu orang dengan kebiasaan serupa, dan terlibat percakapan atau pertengkaran. Film ini tidak menawarkan perubahan besar, melainkan rangkaian kejadian sehari-hari di sekitar tempat minum. Bagi penonton yang ingin melihat kehidupan pengunjung bar dari jarak dekat, interaksi Chinaski dan Wanda jadi daya tarik utama.

2. Girl Walks into a Bar: Sepuluh Bar dalam Satu Malam

Jika ingin cerita yang berlangsung dalam satu malam, Girl Walks into a Bar adalah pilihan tepat. Film karya Sebastián Gutiérrez ini mengikuti sejumlah karakter yang awalnya terlihat tidak saling berhubungan. Cerita mereka kemudian terhubung melalui sepuluh bar di Los Angeles.

Salah satu alurnya mengikuti dokter gigi yang bertemu perempuan penyamar pembunuh bayaran. Dari pertemuan itu, rangkaian kejadian berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Keunikannya, bar menjadi penghubung antarkisah. Pengunjung di satu tempat bisa membawa cerita menuju karakter lain di tempat berikutnya. Cocok untuk kamu yang ingin melihat potret kehidupan malam dalam satu rangkaian cerita.

3. The World's End: Pub Crawl yang Berubah Jadi Fiksi Ilmiah

The World's End menawarkan pendekatan berbeda: komedi, aksi, dan fiksi ilmiah. Arahan Edgar Wright ini mengikuti lima sahabat yang kembali ke kota asal untuk menuntaskan pub crawl yang gagal saat muda. Target mereka: 12 pub dalam satu malam.

Awalnya perjalanan terasa seperti mengenang masa lalu. Namun, keadaan berubah ketika mereka menemukan kejanggalan pada orang-orang di kota. Rencana sederhana berpindah dari satu pub ke pub berikutnya berkembang jadi persoalan jauh lebih besar. Dibintangi Simon Pegg, Nick Frost, Paddy Considine, Martin Freeman, dan Eddie Marsan, film ini menjadikan pub bukan sekadar latar, tetapi bagian dari petualangan.

4. The Drop: Bar, Uang Kriminal, dan Rahasia Brooklyn

The Drop membawa suasana bar ke genre kriminal. Tom Hardy berperan sebagai Bob Saginowski, bartender di sebuah bar Brooklyn bersama sepupunya, Marv, yang diperankan James Gandolfini. Tempat itu ternyata digunakan kelompok kriminal untuk menyimpan dan memindahkan uang.

Kehidupan Bob berubah ketika bar menjadi sasaran perampokan. Kejadian itu membuat Bob dan Marv berhadapan dengan uang milik kelompok kriminal. Penyelidikan kemudian membuka hubungan dan masa lalu sejumlah orang. Bar di film ini menjadi titik pertemuan berbagai kepentingan, dengan transaksi rahasia di balik aktivitas pelanggan. Perpaduan drama dan thriller membuatnya cocok untuk penonton yang ingin cerita bar lebih serius.

5. On the Rocks: Percakapan Ayah dan Anak di Bar New York

On the Rocks karya Sofia Coppola menghadirkan suasana malam New York lewat hubungan Laura dan ayahnya, Felix. Laura yang diperankan Rashida Jones mulai mencurigai suaminya berselingkuh. Felix yang diperankan Bill Murray mengajaknya mengikuti suami Laura untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam perjalanan itu, Laura dan Felix menghabiskan waktu di sejumlah bar dan restoran Manhattan. Tempat-tempat tersebut menjadi ruang untuk membicarakan pernikahan, keluarga, hubungan masa lalu, dan kecurigaan Laura. Bar di film ini lebih banyak dipakai sebagai ruang percakapan, cocok untuk penonton yang menyukai cerita ringan tentang hubungan keluarga dan kehidupan perkotaan.

6. The Tender Bar: Bar sebagai Sekolah Kehidupan

The Tender Bar arahan George Clooney membawa cerita tentang masa pertumbuhan J.R. Moehringer yang diperankan Tye Sheridan. Salah satu tempat penting dalam hidupnya adalah bar milik pamannya, Charlie, yang diperankan Ben Affleck. Dari sana, J.R. bertemu berbagai orang dan menemukan sosok panutan.

Bar dalam film ini tidak menjadi lokasi konflik kriminal atau kejadian menegangkan. Sebaliknya, tempat itu menjadi ruang bagi J.R. untuk mendengarkan percakapan orang dewasa, mengenal karakter, dan memahami kehidupan. Pendekatannya lebih hangat, berfokus pada keluarga, pertemanan, pendidikan, dan proses tumbuh dewasa.

7. The Weekend Away: Liburan yang Berubah Jadi Misteri

The Weekend Away menghadirkan bar dan kehidupan malam sebagai awal sebuah misteri. Film thriller arahan Kim Farrant ini mengikuti Beth yang diperankan Leighton Meester saat berlibur ke Kroasia bersama sahabatnya, Kate. Keduanya menikmati perjalanan sebelum Kate tiba-tiba menghilang.

Malam yang semula bersenang-senang berubah ketika Beth harus mencari keberadaan sahabatnya. Ia berusaha menyusun kembali kejadian sebelum Kate menghilang, termasuk orang-orang yang mereka temui. Bar bukan satu-satunya lokasi cerita, tetapi suasana malam dan orang-orang yang ditemui Beth menjadi petunjuk penting.

8. Barda: Teror di Balik Meja Bar

Barda menjadi pilihan bagi penonton yang menginginkan cerita bar dengan nuansa thriller dan horor. Film Turki yang disutradarai Hande Türkel ini dirilis di Turki pada 29 November 2024. Film ini menghadirkan sekelompok orang di sebuah bar sebelum situasi berubah menjadi peristiwa penuh kekerasan.

Berbeda dari The Tender Bar dan On the Rocks, Barda memakai bar sebagai lokasi untuk membangun ketegangan. Pertemuan dan aktivitas yang awalnya berlangsung seperti malam biasa berkembang menjadi situasi yang mengancam keselamatan. Jika Barfly menyoroti kehidupan pengunjung bar dan The World's End menjadikan perjalanan pub sebagai petualangan, Barda memperlihatkan bagaimana tempat hiburan malam bisa berubah menjadi lokasi teror.

Analisis: Kenapa Bar Selalu Menarik untuk Difilmkan?

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat bar punya daya tarik dramatis yang sulit ditolak. Tempat ini mempertemukan orang-orang dengan latar berbeda dalam ruang yang sama. Di situ, konflik, romansa, dan misteri bisa muncul tanpa perlu penjelasan panjang. Dalam daftar rekomendasi film ini, bar tidak sekadar properti. Ia menjadi katalis cerita, bahkan ketika genre bergeser dari drama ke thriller bar.

Karena itu, delapan film ini bisa jadi peta untuk memahami bagaimana layar menangkap kehidupan malam: kadang hangat, kadang gelap, tapi selalu menyimpan cerita.

FAQ Terkait Berita Ini

Film apa yang paling banyak menampilkan kehidupan di bar?
Girl Walks into a Bar menjadi salah satu pilihan karena ceritanya berlangsung di sepuluh bar berbeda di Los Angeles dalam satu malam.

Film bertema bar apa yang bergenre kriminal?
The Drop cocok karena ceritanya berpusat pada bartender dan sebuah bar yang digunakan untuk transaksi uang kelompok kriminal.

Film bertema bar apa yang punya unsur horor?
Barda menjadi pilihan bagi penonton yang mencari film bertema bar dengan thriller dan horor serta cerita yang lebih gelap.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸