LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Uji Coba Hari Ini, Rp4,1 Triliun dan Taruhan Waskita di Jalur 6,4 Km

LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai resmi memasuki uji coba terbatas, Kamis (10/9/2026). Proyek senilai Rp4,1 triliun yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini menjadi ujian kredibilitas BUMN konstruksi sekaligus penentu wajah transportasi publik Ibu Kota. Uji coba dilakukan sebelum layanan dibuka penuh, dengan lima stasiun baru: Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Bagi pasar, ini bukan sekadar peresmian. Rp4,1 triliun untuk 6,4 kilometer berarti setiap kilometer menanggung biaya sekitar Rp640 miliar. Angka itu mahal, tetapi bukan tanpa alasan: jalur ini menembus area padat dan harus terintegrasi dengan simpul transportasi utama. Jika okupansinya tinggi, investasi ini bisa menjadi katalis mobilitas dan properti. Jika rendah, beban fiskal dan operasional akan menjadi sorotan.
Uji Coba Bertahap, dari Undangan ke Publik
Periode pertama, 10–16 September 2026, layanan diperuntukkan bagi undangan seperti perwakilan warga, lembaga, Key Opinion Leader, dan jurnalis. Periode kedua, 17 September–2 Oktober 2026, LRT beroperasi tujuh jam per hari, pukul 09.00–16.00 WIB, dan dapat digunakan masyarakat serta komunitas yang registrasi lebih dulu.
Uji coba umum berlangsung 12 Oktober–30 November 2026. Pada tahap ini, LRT Jakarta Fase 1B beroperasi 17 jam, pukul 05.30–00.20 WIB. Seluruh stasiun diaktifkan, jumlah penumpang tidak dibatasi, dan masyarakat tidak lagi wajib registrasi.
Manggarai dan Kalkulasi Ekonomi
Lima stasiun baru—Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai—dirancang terintegrasi dengan moda lain. Stasiun Manggarai terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, serta kereta bandara menuju Soekarno-Hatta. Ini titik krusial karena Manggarai adalah salah satu simpul tersibuk di Jakarta.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko memastikan seluruh tahapan pembangunan rampung. Ia menyebut proyek ini melalui berbagai pengujian sebelum digunakan. Aspek keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi prioritas, tercermin dari capaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan atau lost time injury.
Kami bersyukur akhirnya masyarakat dapat segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang, ujar Paulus dalam keterangan resmi.
Sebagai ekonom, saya melihat proyek ini punya nilai strategis: mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, dan mendukung target Net Zero Emission. Namun, euforia infrastruktur tidak boleh menutupi disiplin anggaran. Pemerintah dan operator perlu membuka proyeksi ridership, struktur tarif, serta skema subsidi agar transportasi publik ini tidak menjadi beban baru.
Waskita Karya, dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, memikul taruhan reputasi. Jika uji coba lancar, kepercayaan investor terhadap proyek infrastruktur BUMN bisa menguat. Jika tersendat, biaya politik dan ekonominya tidak kecil. LRT Jakarta Fase 1B bukan hanya rel dan stasiun; ia adalah cermin keseriusan Jakarta menata mobilitas dan anggaran.
FAQ Terkait Berita Ini
Kapan LRT Jakarta Fase 1B dibuka untuk umum?
Uji coba umum dijadwalkan 12 Oktober–30 November 2026, beroperasi pukul 05.30–00.20 WIB, tanpa registrasi.
Berapa nilai investasi proyek ini?
Rp4,1 triliun, dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Apa dampak ekonominya?
Jika terintegrasi baik, menurunkan biaya kemacetan, membuka akses kerja, dan mendukung target Net Zero Emission. Namun, proyeksi ridership dan audit biaya tetap krusial.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DJP Klarifikasi Status Pajak Pembalut: Tetap Dikenakan PPN Efektif 11%

Ancaman Serangan dan Lonjakan Harga: Dampak Konflik Iran-AS-Israel pada Ekonomi Global

Pertamina Targetkan Transaksi Rp2,5 Miliar Lewat SMEXPO Bekasi: 50 UMKM Didorong Ekspansi Pasar
