Korlantas Masuk Sekolah: Tertib Lalu Lintas Dimulai dari SMP, Bukan Menunggu SIM
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat edukasi keselamatan lalu lintas kepada generasi muda melalui program Polantas KARIB Goes To School. Sasaran kali ini adalah siswa SMP Labschool Kebayoran, Jakarta, pada Kamis (10/9). Kegiatan itu dihadiri Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya. Pesannya jelas: tertib berlalu lintas bukan sekadar urusan surat tilang, melainkan bagian dari pembentukan karakter sejak dini.
Dalam keterangannya, Made menegaskan tugas kepolisian di bidang lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Korlantas, katanya, juga memiliki peran penting mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Karena itu, para pelajar diajak memahami pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini.
Menurut Made, edukasi yang diberikan tidak hanya mengenai aturan tertulis, tetapi juga kebiasaan dan sikap yang perlu diterapkan ketika berada di jalan. Materi yang disampaikan meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga pemahaman dan kepatuhan terhadap marka jalan.
Bukan Sekadar Teori di Ruang Kelas
Korlantas menekankan pemahaman soal keselamatan lalu lintas tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa dituntut menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Meski masih duduk di bangku SMP, mereka dinilai perlu memahami keselamatan berlalu lintas sejak dini. Pengetahuan itu diharapkan membentuk perilaku disiplin dan bertanggung jawab saat beraktivitas di jalan.
Sebagai jurnalis yang lama menekuni isu hukum dan transportasi, saya melihat langkah ini penting, tetapi belum cukup. Edukasi di sekolah sering kali berhenti sebagai seremonial. Padahal, budaya tertib lalu lintas tidak lahir dari satu pertemuan di aula. Ia tumbuh dari keteladanan orang dewasa, penegakan aturan yang konsisten, dan desain jalan yang berpihak pada keselamatan. Tanpa itu, siswa hanya menerima teori yang mudah luntur begitu mereka menyalakan mesin kendaraan.
Korlantas sendiri menyadari bahwa pendekatan represif tidak bisa menjadi satu-satunya jalan. Melalui Korlantas Polri, mereka mencoba menyeimbangkan penindakan dengan pencegahan. Program Polantas KARIB Goes To School adalah bagian dari upaya itu. Namun, efektivitasnya perlu diuji: apakah materi yang diberikan benar-benar dipahami, atau hanya menjadi acara foto bersama?
Mimpi Besar dan Tugas Mulia
Dalam kesempatan itu, Made juga mendorong para siswa berani memiliki cita-cita dan tidak mudah menyerah. Ia menyebut polisi sebagai tugas yang mulia karena melayani masyarakat. Pesan ini relevan di tengah rendahnya minat sebagian generasi muda terhadap profesi penegak hukum. Namun, membangun generasi disiplin bukan pekerjaan semalam.
Dengan edukasi sejak bangku sekolah, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, peduli terhadap keselamatan, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jika berhasil, program seperti ini bisa menjadi investasi jangka panjang bagi keamanan jalan di Indonesia.
Yang terpenting, jangan sampai pendidikan lalu lintas hanya menjadi kewajiban administratif. Ia harus menjadi gerakan budaya. Sebab, angka kecelakaan di jalan tidak pernah menunggu sampai seseorang cukup umur untuk memiliki SIM.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu program Polantas KARIB Goes To School?
Program edukasi keselamatan lalu lintas yang digagas Korlantas Polri untuk menyasar pelajar, termasuk jenjang SMP.
Siapa yang menghadiri kegiatan di SMP Labschool Kebayoran?
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya.
Apa materi yang disampaikan kepada siswa?
Materi meliputi kelengkapan surat kendaraan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta pemahaman dan kepatuhan terhadap marka jalan.


