Kereta Bandara Soetta Jadi KRL Priok Sementara, Jadwal Basoetta Dipangkas 18 Perjalanan

KAI Commuter memfungsikan sementara Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) sebagai Commuter Line atau KRL lintas Tanjung Priok mulai Kamis, 10 September 2026. Kebijakan ini diambil menyusul penyesuaian operasional KRL Jabodetabek: rangkaian yang sebelumnya melayani lintas Tanjung Priok dialihkan untuk menambah perjalanan di lintas Bogor yang mengalami kepadatan penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, layanan, tarif, dan jadwal KRL lintas Tanjung Priok tidak berubah. Namun, karena rangkaian Basoetta ikut dipakai, jadwal kereta bandara harus disesuaikan sementara. Mulai 10 September 2026, layanan Commuter Line Basoetta turun dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan.
Dampak ke Penumpang Basoetta
Penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal terdampak dapat naik kereta pada jadwal sebelum atau setelah keberangkatan yang tertera. Mereka juga dapat mengajukan pengembalian dana 100 persen melalui loket di stasiun-stasiun Kereta Basoetta.
KAI Commuter menghimbau pengguna KRL Basoetta menyesuaikan kembali jadwal perjalanan. Imbauan ini penting karena segmen bandara memiliki karakter penumpang yang sensitif terhadap waktu: wisatawan, pelaku bisnis, dan pekerja yang membutuhkan koneksi tepat waktu.
Mengapa Rangkaian Bergeser?
Pengalihan operasi dilakukan lantaran KRL Tanjung Priok dioperasikan untuk menambah perjalanan di KRL Bogor. Mulai hari ini, KAI Commuter menambah 13 perjalanan KRL Bogor setelah mengevaluasi kepadatan penumpang imbas pengurangan 17 perjalanan sejak Senin, 7 September 2026.
Dengan tambahan tersebut, jumlah perjalanan KRL Jabodetabek meningkat menjadi 1.061 perjalanan per hari. Sebelumnya, jumlah perjalanan hanya mencapai 1.048 perjalanan pada 7 hingga 9 September 2026.
Dalam kacamata ekonomi makro, manuver ini bukan sekadar rotasi sarana. Ini cermin keterbatasan kapasitas angkutan publik di tengah perawatan sarana. Ketika satu lintas ditambah, lintas lain harus menanggung konsekuensi. Pemerintah dan operator perlu memastikan trade-off ini tidak mengorbankan konektivitas bandara yang menjadi etalase ekonomi nasional.
Evaluasi Operasional
KAI Commuter menyebut penyesuaian sementara ini bagian dari evaluasi operasional di tengah perawatan sarana KRL. Karina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul pada lintas layanan terdampak.
Bagi pasar, sinyalnya jelas: kapasitas commuter line masih rentan terhadap gangguan sarana. Tanpa investasi dan perawatan yang konsisten, penumpang akan terus menghadapi ketidakpastian jadwal, sementara operator harus bermanuver setiap kali beban puncak datang.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah tarif KRL Tanjung Priok berubah? Tidak. Layanan, tarif, dan jadwal KRL lintas Tanjung Priok tetap seperti layanan saat menggunakan rangkaian KRL.
Berapa perjalanan Basoetta setelah penyesuaian? Commuter Line Basoetta turun dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan mulai Kamis, 10 September 2026.
Bisakah tiket yang terdampak di-refund? Bisa. Penumpang dapat mengajukan pengembalian dana 100 persen melalui loket di stasiun-stasiun Kereta Basoetta.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Iran Waspadai Eskalasi Lama, Ancam Perluas Jangkauan Konflik Jika AS Teruskan Serangan

OJK Genjot Efisiensi Industri BPR: Merger Empat Bank Lokal Ini Efektif Mulai Agustus

Kolaborasi No Na dan Shopee Raih Antusiasme Tinggi Lewat Iklan 11.11 Big Sale
