Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Karhutla Palangka Raya Membara, Kabut Asap Intai Kesehatan Warga dan Aktivitas Ekonomi

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Karhutla Palangka Raya Membara, Kabut Asap Intai Kesehatan Warga dan Aktivitas Ekonomi
BAGIKAN:

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis (10/9/2026). Api yang masih membara tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga memicu kabut asap pekat yang mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara di wilayah tersebut. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa bencana yang sama terus berulang tanpa solusi tuntas?

Pantauan di lapangan menunjukkan titik-titik api masih menyala di beberapa area gambut. Asap tebal menyelimuti langit Palangka Raya, memaksa warga kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Sekolah-sekolah diliburkan, penerbangan terganggu, dan puskesmas mulai menerima lonjakan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan dan Ekonomi

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian. Pedagang kaki lima mengeluh sepinya pembeli, sementara biaya logistik meningkat karena distribusi barang terhambat. Kualitas udara yang memburuk telah mencapai level tidak sehat, bahkan berpotensi berbahaya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Data Dinas Kesehatan setempat mencatat kenaikan signifikan kasus ISPA dalam sepekan terakhir. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup terus memantau indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang fluktuatif. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruang dan segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas.

Analisis: Siklus Bencana yang Tak Berujung

Ironinya, bencana ini seolah menjadi langganan tahunan. Meskipun berbagai regulasi telah dibuat, penegakan hukum terhadap pembakar lahan masih lemah. Kepentingan ekonomi jangka pendek seringkali mengalahkan upaya konservasi. Pemerintah daerah dan pusat harus duduk bersama mencari solusi permanen, bukan sekadar reaktif saat api membesar. Tanpa itu, kabut asap akan terus menjadi tamu tak diundang yang meracuni kualitas udara dan mengancam masa depan Palangka Raya.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa penyebab utama karhutla di Palangka Raya?
Penyebab utama meliputi pembukaan lahan dengan cara membakar, faktor cuaca kering, dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku.

2. Bagaimana dampak kabut asap bagi kesehatan?
Kabut asap dapat memicu ISPA, iritasi mata, dan memperburuk penyakit paru-paru kronis. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia paling berisiko.

3. Apa upaya yang bisa dilakukan masyarakat?
Masyarakat dapat mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker, dan segera melapor jika melihat titik api.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸