Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Hilang di Selat Sunda: Istri Jurnalis Ungkap Pesan Terakhir Sebelum Speedboat Tak Terhubung

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Hilang di Selat Sunda: Istri Jurnalis Ungkap Pesan Terakhir Sebelum Speedboat Tak Terhubung
BAGIKAN:

Dua istri jurnalis yang ikut dalam rombongan liputan Gunung Anak Krakatau menceritakan detik-detik komunikasi terakhir dengan suami mereka, sebelum speedboat yang ditumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Senin (7/9) siang. Hingga Rabu (9/9), aparat gabungan masih menyisir lautan, sementara keluarga menahan harap di dermaga Pagedongan, Carita.

Astrid, istri Firdaus Wajidi—jurnalis Anadolu—mengungkapkan bahwa suaminya sempat memastikan kondisi keamanan sebelum menyeberang. "Dia Minggu malam sudah di Carita wawancara gubernur. Terus malamnya udah info mau nyeberang. Saya bilang kalau riskan dan berisiko tidak usah. Terus dia bilang 'saya akan coba tanya-tanya dulu di sekitar sini aman gak untuk nyeberang'," kenang Astrid kepada wartawan di Pandeglang, Rabu (9/9).

Komunikasi terakhir terjalin pukul 13.58 WIB, ketika Firdaus mengirim pesan persiapan keberangkatan. Astrid membalas pada pukul 14.38 WIB—namun hingga kini tanda centang satu masih menghiasi layar ponselnya. "Saya jawab jam 14.38 sudah centang satu sampai sekarang," ujarnya dengan suara bergetar. Di rumah, ketiga anaknya telah diberi tahu tentang keadaan ayahnya; Astrid menitipkan mereka kepada kakak ipar agar bisa fokus menunggu kabar.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Desi, istri pewarta foto ANTARA M Bagus Khoirunnas, juga menyampaikan bahwa suaminya memberitahu rencana liputan ke Gunung Anak Krakatau pada Senin pagi. "Ya, dia juga bilang juga sih ke saya. Bilang tuh hari Seninnya mau berangkat, mau liputan ke Gunung Anak Krakatau, kata dia, bilang begitu," ujar Desi. Di sela-sela penantian yang mencekam, ia berdoa agar seluruh penumpang dan awak kapal ditemukan selamat: "Pasti saya pengennya suami saya, teman-temannya, semuanya, kru kapal, bisa ditemukan dengan selamat, sehat, utuh semuanya tanpa kurang apa pun."

Sebagai jurnalis investigasi, saya mencatat ada ironi mendalam dalam insiden ini: para pewarta yang biasa mengorek fakta berisiko justru menjadi korban ketidakpastian informasi tentang kondisi laut. Pertanyaan kritis yang harus diajukan: apakah pihak terkait telah memberikan peringatan dini mengenai cuaca dan gelombang Selat Sunda? Mengapa keselamatan laut seringkali menjadi pertimbangan sekunder dalam kegiatan jurnalistik lapangan? Ini bukan sekadar kasus hilang kontak, tetapi cerminan lemahnya sistem perlindungan bagi awak media yang bertugas di wilayah bencana.

Kronologi dan Identitas Korban

Rombongan terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu. Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu jurnalis mengirim titik koordinat terakhir pukul 14.42 WIB, namun komunikasi putus total pada pukul 15.04 WIB. Berikut daftar nama yang hilang:

  • Jurnalis: M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu), Donal (pewarta lepas).
  • Awak kapal: Warta (55) dan Surakman (60).
  • Pemandu: Heriyanto (49).

Tim Basarnas dan aparat gabungan masih melakukan pencarian di sekitar perairan Banten, dengan titik fokus pada koordinat terakhir yang dipancarkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan mereka.

FAQ Terkait Berita Ini

Kapan terakhir kali rombongan jurnalis ini berkomunikasi?
Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 15.04 WIB, Senin (7/9), setelah salah satu jurnalis mengirim lokasi pukul 14.42 WIB.

Berapa jumlah orang yang hilang dalam insiden ini?
Total 8 orang: 5 jurnalis, 2 awak speedboat, dan 1 pemandu.

Apa yang dilakukan pihak berwenang saat ini?
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian laut di Selat Sunda, menggunakan kapal patroli dan peralatan deteksi, berdasarkan titik koordinat terakhir yang diketahui.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸