Hari Ketiga Pencarian, KRI Kerambit 627 Sisir Sertung di Bawah Bayang Erupsi Anak Krakatau
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketiga, Kamis (10/9). Sedikitnya tujuh kapal dikerahkan di enam wilayah perairan Selat Sunda, dan kapal perang TNI AL KRI Kerambit 627 menjadi ujung tombak penyisiran ke arah barat daya Pulau Sertung, wilayah Lampung. Fokus ini muncul setelah foto terakhir keluarga korban terdeteksi di sekitar Pulau Sertung, hanya sekitar 2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, dan desakan Desi, istri jurnalis Kantor Berita Antara M Bagus Khairunas, agar area itu disisir.
Mengarungi Selat Sunda di Bawah Cuaca Menantang
KRI Kerambit 627—kapal buatan PT PAL berukuran 60 x 8,1 meter yang dirancang sebagai kapal kombatan cepat—bertolak dari Dermaga Indah Kiat, Merak, Banten, pagi hari. Kapal berbobot 500 ton ini mengarungi 40 Nautical Mile (nm) sebelum tiba di area pencarian yang ditentukan, sekitar 14 nm dari Pulau Sertung. Cuaca cerah berawan disertai kabut, tinggi gelombang mencapai 1,5 meter, dan angin bertiup kencang hingga 17 knot.
Komandan KRI Kerambit 627 Letkol Laut (P) Maladi Hanjayani menyatakan metode parallel track search digunakan. Kapal bergerak zigzag 90 derajat sesuai area pencarian. Pengamatan dilakukan lewat teropong prajurit ke arah lautan lepas, sementara radar dipakai mendeteksi sinyal dari speed boat Arupadathu I yang digunakan rombongan jurnalis pada Senin (7/9). Hingga pukul 14.00 WIB, upaya itu belum membuahkan hasil.
Alasan Pengerahan Kapal Perang
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menilai kapal perang TNI AL lebih mampu mengatasi gelombang tinggi di sekitar Pulau Sertung yang sempat menghambat pencarian hari kedua, Rabu lalu. Namun, semakin sore tim SAR kian mendekati Gunung Anak Krakatau. Hempasan gelombang makin terasa di kapal perang 500 ton; bayangkan kondisi speed boat Arupadathu I yang panjangnya hanya 7 meter.
Risiko operasi juga meningkat karena erupsi masih terjadi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) mencatat erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 17 detik pada pukul 09.10 WIB. Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga, dan masyarakat dilarang mendekat dalam radius 3 kilometer.
Pencarian yang Menuntut Evaluasi
Pengerahan pencarian jurnalis hilang dengan KRI Kerambit 627 menunjukkan eskalasi serius. Tetapi di balik itu, ada pertanyaan kritis: mengapa peliputan bencana berisiko tinggi masih kerap mengandalkan keberanian, bukan protokol keselamatan yang ketat? Media, otoritas, dan pemilik kapal mesti memastikan standar keselamatan sebelum mengirim tim ke zona berbahaya. Jika tidak, tragedi serupa bisa terulang.
Jika tak ada hambatan berarti, operasi SAR menggunakan KRI Kerambit 627 akan berlangsung sepanjang hari. Harapannya satu: kabar baik untuk Bagus (Antara), Daus (Anadolu), Ari Basuki (Merdeka), Yudis (Inews), Donal (jurnalis lepas), serta kru kapal cepat Arupadathu I.
FAQ Terkait Berita Ini
Siapa saja jurnalis yang hilang? Lima jurnalis: Bagus (Antara), Daus (Anadolu), Ari Basuki (Merdeka), Yudis (Inews), dan Donal (jurnalis lepas), plus kru kapal cepat Arupadathu I.
Di mana operasi pencarian difokuskan? Di perairan Selat Sunda, terutama arah barat daya Pulau Sertung, sekitar 14 nm dari pulau itu dan 2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Mengapa KRI Kerambit 627 dikerahkan? Karena kapal perang TNI AL dinilai lebih mampu menghadapi gelombang tinggi di sekitar Pulau Sertung yang sempat menghambat pencarian hari kedua.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Jelang HUT Marinir, 450 Personel Gabungan Bersihkan Pantai Kalibaru untuk Jaga Ekosistem Pesisir Jakarta

Dorong Beralih ke Air Pipaan, Jakpus dan PAM Jaya Sosialisasikan Denda Minimum 10 Meter Kubik per Bulan

Respons Tegas Jaktim: Patroli Gabungan Digelar di Hutan Kota Cawang Pasca Viral Video Dugaan Aktivitas Asusila
