Hari Ketiga KM Arupadatu 1: Polri Kerahkan 59 Personel, Pimpinan Turun ke Laut, 8 Orang Belum Ditemukan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Memasuki hari ketiga, operasi pencarian jurnalis dan awak KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diperkuat.
- Polri mengerahkan sedikitnya 59 personel, sementara Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto memimpin langsung dari laut dengan KP Sanjaya-7017.
- Pencarian berlangsung sekitar Gunung Anak Krakatau, Kamis, setelah kapal cepat itu tidak lagi memberi kabar dan delapan orang masih belum ditemukan.
Memasuki hari ketiga, operasi pencarian jurnalis dan awak KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diperkuat. Polri mengerahkan sedikitnya 59 personel, sementara Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto memimpin langsung dari laut dengan KP Sanjaya-7017. Pencarian berlangsung sekitar Gunung Anak Krakatau, Kamis, setelah kapal cepat itu tidak lagi memberi kabar dan delapan orang masih belum ditemukan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, kekuatan di lapangan tidak hanya bertumpu pada satu kapal. Personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas. KP Sanjaya-7017 telah terlibat sejak hari kedua dan kembali dikerahkan pada hari ketiga sebagai salah satu ujung tombak penyisiran.
Kekuatan Penuh, Medan Tak Bersahabat
Operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dari Polri, Basarnas Banten, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, potensi SAR, nelayan, masyarakat, media, dan keluarga korban. Berbagai sarana dikerahkan: kapal SAR, kapal patroli, RIB, dukungan udara, drone thermal, sarana medis, komunikasi, hingga kendaraan darat.
Namun, kondisi lapangan tidak ramah. Cuaca dilaporkan berawan tebal hingga berkabut, angin sekitar 15 knot, dan gelombang di sejumlah wilayah operasi mencapai 2,5-4 meter. Luasnya perairan, perubahan arus, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Dalam situasi seperti ini, keselamatan personel harus menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar pelengkap laporan.
Enam Sektor, 2.483 Mil Laut Persegi
Basarnas Banten membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total luas 2.483 nautical mile square. KP Sanjaya-7017 menyisir sektor B yang dipecah menjadi delapan sub-sektor, B1 hingga B8. Adapun KN SAR Tetuka bergerak di sektor C yang juga dibagi menjadi delapan sub-sektor, C1 hingga C8. Pembagian ini untuk memastikan tidak ada area yang terlewat.
KP Sanjaya-7017 membawa 36 personel: 27 awak kapal, 5 personel Ditpolairud Polda Banten, 2 personel Basarnas, dan 2 awak media. Sementara KN SAR Tetuka diperkuat tiga personel Ditpolairud Polda Banten. Penempatan personel Polri di dua unsur itu menunjukkan pencarian tidak dilakukan dari satu titik, melainkan diperluas ke beberapa kapal.
Penyelidikan Paralel dan Pertanyaan Kelaikan
Di jalur lain, Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten melakukan pendalaman sejak Rabu malam. Sejumlah pihak dimintai keterangan, termasuk pemilik kapal, pekerja galangan, serta pihak yang berkaitan dengan proses docking dan perbaikan KM Arupadatu 1. Langkah ini penting agar publik tidak hanya disuguhi narasi operasi SAR, tetapi juga mendapat jawaban atas dugaan kelalaian atau masalah teknis.
Analisis kritisnya sederhana: hilang kontaknya sebuah kapal cepat di jalur ramai Selat Sunda semestinya memicu audit menyeluruh. Apakah sistem komunikasi bekerja? Apakah prosedur keselamatan dipatuhi? Apakah kapal laik laut? Pertanyaan-pertanyaan itu tidak boleh tenggelam bersama gelombang. Meski begitu, fokus utama saat ini tetap menemukan delapan orang yang masih dicari.
Imbauan agar Masyarakat Tidak Mencari Sendiri
Polri mengimbau nelayan, masyarakat, dan pihak lain yang memiliki informasi untuk segera melapor kepada Basarnas, Polri, atau aparat berwenang. Masyarakat diminta tidak melakukan pencarian mandiri, apalagi memasuki wilayah operasi atau perairan sekitar Gunung Anak Krakatau tanpa koordinasi. Risiko laut dan aktivitas vulkanik harus diperhitungkan.
Trunoyudo menegaskan, pihaknya memahami keluarga yang menunggu kepastian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terukur, dan terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel. Pernyataan itu menegaskan satu hal: operasi ini bukan sekadar adu kekuatan, tetapi juga ujian transparansi dan akuntabilitas negara di laut.
FAQ Terkait Berita Ini
Berapa personel yang dikerahkan dalam pencarian KM Arupadatu 1? Polri mengerahkan sedikitnya 59 personel, sedangkan total personel gabungan pada hari ketiga lebih dari 280 orang.
Di mana fokus pencarian dilakukan? Pencarian difokuskan di perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau, terbagi dalam enam sektor seluas 2.483 nautical mile square.
Apakah ada penyelidikan selain operasi SAR? Ya. Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten meminta keterangan pemilik kapal, pekerja galangan, dan pihak terkait proses docking serta perbaikan kapal.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
