Giggs Sudah Teriak, MU Tetap Ragu: Melewatkan Mbappe Jadi Kesalahan Terbesar
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Manchester United disebut membuat kesalahan terbesar karena tidak merekrut Kylian Mbappe pada 2015, saat Ryan Giggs mendapat rekomendasi langsung di Prancis. Kini, penyerang 27 tahun itu bersinar di Real Madrid dan menjadi salah satu pemain terbaik dunia.
Keputusan itu lahir ketika Giggs, yang saat itu menjadi staf pelatih MU, sedang mencari pemain berbakat ke Prancis. Dalam perjalanan kembali ke hotel, seorang pria bernama Lionel menghampirinya dan menyebut nama Mbappe, yang kala itu masih bermain untuk AS Monaco.
Kronologi: Dari Lionel sampai Meja Pemandu Bakat
Menurut Giggs, Lionel mengirimkan data Mbappe lewat email. Giggs dan Albert, asisten pelatih MU lain, lalu menonton aksi Mbappe bersama tim muda Monaco. Reaksi mereka? Tak percaya. Mereka menilai Mbappe jelas istimewa.
Tim pemandu bakat MU kemudian dikirim untuk memantau langsung. Ada seseorang di Prancis yang pergi melihat Mbappe saat Monaco menghadapi PSG. Namun, saat berkunjung ke Paris, tim pemandu bakat MU justru enggan melanjutkan proses rekrutmen.
Beberapa minggu kemudian Giggs bertanya soal hasil pemantauan. Jawabannya datar: mereka tidak terlalu yakin soal Mbappe, jadi tidak ada kelanjutan. Padahal, tiga tahun setelah momen itu, Mbappe pindah ke PSG dengan nilai 162 juta poundsterling, transfer terbesar kedua saat itu.
Analisis Dimas Pratama: Ini Miskalkulasi Besar
Bagi saya, ini bukan sekadar cerita 'what if'. Ini bukti bahwa sistem pemanduan bakat MU saat itu gagal membaca tren. Mbappe bukan pemain yang butuh teka-teki panjang. Kecepatan, ledakan, penyelesaian akhir, dan mental juara sudah terlihat sejak muda.
Mbappe mengantar Prancis juara Piala Dunia 2018, jadi top skor Piala Dunia 2022, lalu mencatatkan namanya di Piala Dunia 2026 sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Jika MU bergerak tegas, lini serang mereka bisa punya wajah berbeda selama satu dekade.
Kesalahan terbesar MU bukan hanya melewatkan satu pemain. Ini soal keberanian mengambil keputusan. Di level elite, keraguan beberapa minggu bisa berarti kehilangan generasi. Dan Manchester United merasakannya sampai sekarang.
FAQ Terkait Berita Ini
1. Siapa yang merekomendasikan Kylian Mbappe ke Manchester United?
Seorang pria bernama Lionel yang menghampiri Ryan Giggs di Prancis pada 2015.
2. Mengapa MU tidak jadi merekrut Mbappe?
Tim pemandu bakat MU tidak terlalu yakin dan memilih tidak melanjutkan proses rekrutmen.
3. Apa dampak terbesarnya?
MU kehilangan peluang memiliki salah satu penyerang terbaik dunia sebelum ia meledak bersama PSG dan Real Madrid.


