Dudung Pastikan Ulta Levenia Nababan Sudah Tak di KSP, Kontroversi HAARP Diputus dari Istana

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dudung Pastikan Ulta Levenia Nababan Sudah Tak di KSP, Kontroversi HAARP Diputus dari Istana
BAGIKAN:

Jakarta — Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Penegasan itu disampaikan Dudung di Gedung Bina Graha, Kamis (10/9), setelah pernyataan Ulta soal dugaan keterkaitan sejumlah fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek HAARP, memantik kontroversi.

Dalam keterangan kepada wartawan, Dudung menyatakan Ulta kini bukan bagian dari KSP. Menurutnya, Ulta pernah menempati posisi tenaga ahli utama, tetapi saat ini sudah tidak. Dudung menyebut Ulta sekarang menjabat sebagai salah satu deputi di Bakom. Pernyataan ini menjadi bentuk koreksi resmi agar publik tidak menautkan kontroversi tersebut dengan institusi kepresidenan.

Dudung: Ulta Bukan Anggota Saya Lagi

Dudung menegaskan pernyataan Ulta beberapa waktu lalu tidak lagi mewakili sikap maupun posisi resmi KSP. Ia menyebut Ulta sudah bukan anggotanya. Dengan begitu, isu yang berkembang soal fenomena alam dan dugaan keterlibatan pihak luar tidak dapat dibebankan kepada KSP.

Secara politik, langkah Dudung ini bisa dibaca sebagai upaya menjaga jarak dari narasi yang berpotensi merusak kredibilitas istana. Seorang pejabat yang sudah berpindah institusi memang tidak otomatis membawa pandangan lama ke tempat baru. Namun, dalam komunikasi publik, garis pemisah semacam ini harus diumumkan secara tegas agar tidak muncul spekulasi berkelanjutan.

Fenomena Alam Dinilai Wajar

Dudung juga memastikan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar dalam rangkaian fenomena alam di Indonesia. Ia menilai peristiwa alam belakangan ini merupakan dinamika yang wajar dan telah dipelajari oleh para ahli. Dudung menambahkan, perkembangan tersebut terus dipantau dan ia meyakini semua itu bagian dari kehendak Yang Kuasa.

Pernyataan itu penting untuk meredam teori konspirasi yang mencuat. Apalagi, isu Ulta Levenia Nababan telah menyeret nama program riset asing, sehingga publik berhak mendapat penjelasan resmi. Dalam kasus seperti ini, pemerintah tidak cukup hanya membantah; ia perlu memastikan siapa yang bicara atas nama institusi dan siapa yang tidak.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah Ulta Levenia Nababan masih di KSP? Tidak. Dudung menyatakan Ulta sudah tidak menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama KSP dan kini disebut sebagai salah satu deputi di Bakom.

Apa yang memicu kontroversi? Pernyataan Ulta soal dugaan keterkaitan sejumlah fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk HAARP.

Apakah pernyataan Ulta mewakili KSP? Tidak. Dudung menegaskan Ulta bukan lagi anggotanya dan pernyataan itu tidak mewakili sikap resmi KSP.

Meow! Tanya Nesi!
😸