Dihukum Sanksi, Israel Murka: Inggris Punya 30 Hari Angkat Kaki dari Yerusalem Timur

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Dihukum Sanksi, Israel Murka: Inggris Punya 30 Hari Angkat Kaki dari Yerusalem Timur
BAGIKAN:

JAKARTA — Israel resmi memberi Inggris waktu 30 hari untuk menutup konsulatnya di Yerusalem Timur. Ultimatum itu menjadi balasan langsung atas sanksi Inggris terhadap barang-barang dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Sanksi diumumkan Inggris bersama Prancis dan Kanada pada Selasa (8/9/2026), dengan alasan melawan ketidakadilan di Tepi Barat.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan kebijakan itu diperlukan untuk “melawan ketidakadilan” di Tepi Barat. Di wilayah yang menjadi pusat sengketa, permukiman Israel telah meluas ke area yang diinginkan Palestina sebagai bagian dari negara mereka. Para pemilik bisnis di permukiman Israel mengeluh sanksi akan menekan pendapatan; seorang pengusaha bahkan menyebut kebijakan itu dapat memaksanya menutup perkebunan kurma miliknya.

Langkah Inggris, Prancis, dan Kanada menjadi salah satu tindakan kolektif paling keras yang pernah diambil negara-negara Barat terhadap Israel. Kebijakan itu menunjukkan semakin terisolasinya Israel di tengah perang di Gaza dan ekspansi permukiman di wilayah pendudukan.

Ultimatum 30 Hari dan Sederet Balasan Israel

Dua pejabat Israel dan dua sumber lain yang mengetahui persoalan, sebagaimana dikutip Reuters, mengatakan London telah diberi waktu 30 hari untuk menutup konsulatnya di Yerusalem Timur. Konsulat tersebut menjadi perwakilan Inggris yang menangani isu Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Gaza.

Israel juga melarang 12 politikus Inggris memasuki negaranya. Pemerintah Israel turut meminta pejabat dan diplomat Inggris yang berada di Tepi Barat serta sebuah pusat koordinasi Gaza di Israel untuk meninggalkan wilayah tersebut. Selain itu, Israel mengatakan Inggris tidak lagi diperbolehkan melatih pasukan keamanan Palestina di Tepi Barat.

Hingga kini, Israel belum mengumumkan tindakan terhadap Prancis atau Kanada, yang bergabung dengan Inggris untuk menghentikan perdagangan dengan permukiman Israel. Israel juga belum mengambil langkah terhadap sembilan negara lain yang menyatakan dukungan terhadap sanksi Inggris.

Tekanan Diplomatik dan Hitungan Bisnis

Sanksi Inggris sebenarnya sudah banyak diperkirakan. Namun, pemimpin oposisi parlemen Israel Yair Lapid mengatakan pada Selasa bahwa “tidak ada seorang pun yang tahu” negara lain akan ikut mendukung kebijakan tersebut. Berbicara di hadapan parlemen Inggris, Burnham menegaskan negaranya selama ini mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Menurut dia, dukungan itu harus disertai tindakan. “Kami akan selalu berpihak pada pihak yang lemah dan mengambil tindakan apa pun yang kami bisa untuk mendukung mereka,” kata Burnham.

Dari Washington, respons Amerika Serikat relatif terbatas. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington tidak ingin melihat “sesuatu yang mengganggu stabilitas” di Tepi Barat, tetapi menolak berkomentar khusus mengenai sanksi Inggris. Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel, mengecam sanksi tersebut dan menuduh pemerintah Inggris melakukan “kebencian terhadap Yahudi”. Presiden AS Donald Trump sendiri belum memberikan komentar.

Para pemimpin Israel menyebut sanksi tersebut sebagai tindakan yang “terdistorsi secara moral”. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar menuduh Inggris melakukan “campur tangan terang-terangan dalam urusan negara berdaulat dan proses pemilihannya”. Israel dijadwalkan menggelar pemilihan umum pada 27 Oktober mendatang.

Analisis: Bagi pasar, ini bukan sekadar drama diplomatik. Sanksi terhadap permukiman menyentuh rantai pasok agrikultur, ekspor kurma, kosmetik, anggur, dan teknologi sipil. Eskalasi bisa menaikkan premi risiko kawasan, melemahkan shekel, dan mengganggu arus modal. Yang perlu dicermati investor adalah apakah Prancis dan Kanada mengikuti ultimatum serupa, karena itu akan menentukan apakah ini sanksi terkoordinasi atau hanya tekanan simbolik. Jika front Barat semakin solid, biaya diplomasi dan ekonomi Israel akan naik, sementara peluang solusi dua negara justru semakin sempit.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang diminta Israel kepada Inggris? Israel meminta Inggris menutup konsulatnya di Yerusalem Timur dalam waktu 30 hari, sebagai balasan atas sanksi terhadap barang permukiman di Tepi Barat.

Mengapa Inggris menjatuhkan sanksi? Inggris bersama Prancis dan Kanada menilai sanksi diperlukan untuk melawan ketidakadilan dan ekspansi permukiman Israel di wilayah yang diduduki.

Apa dampak ekonominya? Sanksi berpotensi menekan pendapatan bisnis di permukiman, mengganggu perdagangan, dan menaikkan premi risiko politik serta volatilitas aset kawasan.

Meow! Tanya Nesi!
😸