Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Abu Anak Krakatau Reda, Semua Bandara InJourney Airports Kembali Beroperasi: 455.754 Penumpang Terdampak

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Abu Anak Krakatau Reda, Semua Bandara InJourney Airports Kembali Beroperasi: 455.754 Penumpang Terdampak
BAGIKAN:

Setelah sempat ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu (6/9), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memastikan seluruh bandara kelolaan InJourney Airports kembali beroperasi penuh. Bandara Bandara Soekarno-Hatta dibuka pertama pada 8 September pukul 00.30 WIB, disusul bandara terdampak lain secara bertahap setelah BMKG menyatakan area bandara negatif paparan abu vulkanik.

InJourney menegaskan pemulihan ini mengedepankan keselamatan dan kesiapsiagaan layanan. Empat bandara yang dikelola InJourney Airports, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Raden Inten II, menjadi fokus normalisasi operasional.

Dampak Operasional dan Tekanan Konektivitas

Pada periode 5-8 September, sebanyak 4.174 penerbangan terdampak dan berimplikasi pada 455.754 penumpang. Dari keempat bandara tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat dampak paling signifikan. Angka ini memperlihatkan betapa besar ketergantungan mobilitas nasional pada simpul Jakarta, sekaligus mengingatkan perlunya redundansi jaringan bandara di masa depan.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa sejak awal penanganan erupsi, keselamatan dan keamanan penumpang menjadi landasan utama setiap keputusan operasional. “Keselamatan dan keamanan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama kami. Setiap keputusan operasional dilakukan berdasarkan asesmen menyeluruh dan pemantauan berkala, dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik, hasil paper test, serta informasi dan rekomendasi dari BMKG, AirNav Indonesia, VAAC Darwin, regulator, dan otoritas penerbangan,” ujar Maya dalam keterangan resmi, Rabu (9/9).

Ia menambahkan, InJourney terus memastikan kesiapsiagaan pelayanan kebandarudaraan dan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sesuai standar. Setelah rangkaian asesmen dan pemeriksaan keselamatan, bandara-bandara terdampak dibuka bertahap sejalan dengan hasil pengujian BMKG.

Strategi Mitigasi dan Integrasi Multimoda

Selama penutupan, InJourney Airports mengalihkan penerbangan ke sejumlah bandara alternatif, seperti Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Kertajati. Bandara Kertajati menerima penerbangan domestik maupun internasional dengan dukungan konektivitas lanjutan menuju Jakarta melalui DAMRI dan Whoosh. YIA disiapkan untuk pesawat berbadan lebar dengan dukungan transportasi darat.

Langkah ini menunjukkan bahwa industri penerbangan tidak bisa bekerja sendiri. Integrasi antarbandara dan transportasi darat menjadi bantalan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga ketika satu simpul harus ditutup. Namun, dari sisi bisnis, gangguan ini juga menimbulkan biaya tambahan bagi maskapai, operator bandara, dan penumpang, terutama biaya akomodasi serta waktu tempuh yang lebih panjang.

“Ketika suatu bandara harus ditutup demi keselamatan, kami mengoptimalkan jaringan bandara lain beserta konektivitas transportasi darat agar mobilitas masyarakat tetap terjaga,” kata Maya.

Service Recovery dan Proyeksi Pemulihan

Di sisi pelayanan, InJourney Airports mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) bagi penumpang terdampak. Layanan meliputi shuttle bus gratis di Bandara Soekarno-Hatta, makanan dan minuman ringan, area peristirahatan tambahan, hingga posko siaga di setiap bandara. Seluruh layanan diberikan tanpa biaya bagi penumpang yang memenuhi ketentuan, dengan koordinasi intensif bersama maskapai agar informasi sesuai regulasi.

Dengan pulihnya seluruh bandara, InJourney berfokus pada optimalisasi kualitas pelayanan dan penguatan kesiapsiagaan operasional. Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, otoritas bandara, dan pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memantau ruang udara serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski operasional kembali berjalan, prinsip kehati-hatian tetap diterapkan karena sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti dinamika vulkanik dan arah angin. Dalam fase pemulihan operasional ini, tantangan terbesar bukan hanya membuka bandara, melainkan memastikan rantai layanan, jadwal maskapai, dan kepercayaan penumpang kembali normal.

Maya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran dan pengertian selama operasional dihentikan sementara. “Bersama InJourney Airports, kami akan terus hadir di lapangan, memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholders serta memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta memastikan setiap perjalanan penumpang dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman,” tutupnya.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa penyebab penutupan bandara? Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik ke area bandara.

Bandara mana saja yang terdampak? Delapan bandara ditutup, termasuk empat bandara InJourney Airports: Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Raden Inten II.

Berapa penumpang yang terdampak? Pada 5-8 September, 4.174 penerbangan terdampak dan memengaruhi 455.754 penumpang.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ