Tragedi Maut di Tol Sergai: Tiga Nyawa Melayang Akibat Mobil Hino Boks Hantam Truk, Diduga Kelalaian Pengemudi

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tragedi Maut di Tol Sergai: Tiga Nyawa Melayang Akibat Mobil Hino Boks Hantam Truk, Diduga Kelalaian Pengemudi
BAGIKAN:

Serdangbedagai, Sumut – Kecelakaan lalu lintas mematikan kembali terjadi di ruas jalan tol Sumatera Utara. Sebuah mobil Hino Boks menabrak bagian belakang truk barang di KM 54.700 Jalur A Desa Melati, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (9/9) dini hari. Tiga orang tewas seketika dalam insiden yang diduga kuat akibat kelalaian pengemudi kendaraan pikap tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi pukul 03.03 WIB. Mobil Hino Boks bernomor polisi BK 8257 GY yang dikemudikan Surah Wijaya (26) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Medan menuju Tebingtinggi. Sesampainya di lokasi, kendaraan tersebut menghantam bagian belakang truk Mitsubishi BK 8670 GV yang dikemudikan Junaidi (49) dan berjalan searah di depannya. Akibat benturan keras, Surah Wijaya, serta dua penumpangnya—Agustamin Abidin Harahap (35) dan Wirda Nursiam (33)—tewas di tempat. Sementara pengemudi truk dan penumpangnya, Muhammad Syawal (20), selamat tanpa luka.

Olah TKP dan Petunjuk Awal

Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin, menyatakan bahwa tim Satlantas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban ke RS Sari Mutiara Lubuk Pakam, dan mengamankan barang bukti. Pemeriksaan rekaman CCTV tol Sergai serta keterangan saksi-saksi juga tengah didalami. Dari hasil awal, polisi menduga pengemudi Hino Boks kurang berhati-hati dan gagal menjaga jarak aman. Namun, pertanyaan kritis mengemuka: mengapa truk barang melaju di lajur cepat pada dini hari, dan apakah pencahayaan atau rambu peringatan di ruas tersebut memadai? Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai kecelakaan berulang di tol Sumut ini bukan semata human error, tetapi juga cerminan lemahnya pengawasan dan perawatan infrastruktur jalan.

Edukasi dan Imbauan yang Berulang

Polres Sergai mengimbau pengemudi untuk selalu waspada, menjaga jarak, dan beristirahat jika mengantuk. Imbauan semacam ini nyaris menjadi mantra rutin setiap kali terjadi tragedi. Namun, tanpa penegakan hukum yang tegas dan sosialisasi berkelanjutan, nyawa akan terus melayang sia-sia. Data kecelakaan tol Sumut menunjukkan tren meningkat pada jam-jam rawan, terutama subuh. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap desain jalan, penerangan, dan pos-pos darurat, bukan sekadar imbauan usai kejadian.

Korban Jiwa dan Duka Keluarga

Tiga korban berasal dari latar belakang berbeda: sopir muda berusia 26 tahun, dan dua penumpang dewasa. Mereka diduga tengah dalam perjalanan dinas atau pulang kampung. Jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk visum, sementara keluarga dihubungi. Polisi berjanji menyelidiki secara tuntas, termasuk kemungkinan unsur kelalaian pengemudi truk atau faktor teknis kendaraan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama—baik pengemudi, operator tol, maupun regulator. Kami akan terus memantau perkembangan penyidikan dan mengungkap fakta-fakta yang mungkin terabaikan.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Di mana persis lokasi kecelakaan tol Sergai?
Kecelakaan terjadi di KM 54.700 Jalur A, Desa Melati, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, pada Rabu (9/9) dini hari.

2. Siapa saja korban tewas dalam kecelakaan ini?
Tiga korban meninggal adalah Surah Wijaya (26, pengemudi Hino Boks), Agustamin Abidin Harahap (35), dan Wirda Nursiam (33) sebagai penumpang.

3. Apa dugaan penyebab utama kecelakaan?
Polisi menduga pengemudi Hino Boks kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak aman, sehingga menabrak truk di depannya. Namun, investigasi masih berlanjut untuk memastikan faktor lain seperti kondisi jalan dan kendaraan.

Meow! Tanya Nesi!
😸